Menggarap Ceruk Bisnis TI
Sebenarnya, dari pertama kali masuk di bisnis TI pada 1996 hingga 2000, Chandra hanya melayani jasa pelatihan audit software untuk umum dan jualan software ACL, belum jasa audit. Kurun ini lebih banyak dimanfatkan untuk edukasi pasar dan membangun reputasi. Modal awalnya pun cuma Rp 25 juta dengan mendirikan PT Kuadra Arin Prima. Nama perusahaan diubah menjadi PT Audittindo Arin Prima pada 2000. Belakangan, Chandra dkk. melihat bisnis audit TI bisa diseriusi, sehingga pada 2001 ia berani keluar dari Badan Pemeriksa Keuangan tempatnya bekerja. Ia ingin total di Audittindo, demikian pula teman-temannya. Sejak itu, Audittindo tak hanya menangani edukasi, tapi juga jasa audit TI, pelatihan, sertifikasi (Certified Information System Auditors), dan lain-lain yang terkait dengan penilaian performa sistem TI di perusahaan.
Berkat reputasi yang dibangun dengan baik pula, mulai 2001 Audittindo diundang ikut berbagai lelang terbuka (tender) untuk pekerjaan jasa audit TI, selain ada juga perusahaan yang menunjuk langsung. “Kami fokus di jasa audit TI dan sejauh ini kami pemain lokal paling besar di jasa ini,†ujar Chandra. Menurutnya, pesaing terberatnya adalah pemain asing, Big Four, yang terus bersaing keras dengan Audittindo dalam memperebutkan proyek-proyek besar (di atas Rp 1 miliar atau US$ 100 ribu).
Jebolan STAN dan pehobi komputer, baca dan traveling itu menjelaskan, salah satu faktor yang membuat bisnisnya berkembang baik ialah para pendirinya berminat serius di audit TI dan berusaha hanya fokus di bidang ini. Dari sisi promosi tak bisa disebut jorjoran, tapi lebih banyak melakukan edukasi dengan membuat kelas-kelas pelatihan. Dua kali sebulan Audittindo mengundang profesional TI di berbagai perusahaan untuk diberi edukasi gratis, biasanya jumlahnya 60-80 orang per event.
Diakui Chandra, pasar yang diincar memang perusahaan besar. Hingga saat ini kliennya cukup banyak, khususnya dari BUMN dan perbankan. Jasa layanannya yang termurah (sederhana) Rp 100 juta, yakni hanya menguji kendali umum (IT general control) dan aplikasi utama (tergantung pada bisnis intinya) dengan waktu pengerjaan sebulan. Untuk layanan moderat, biayanya sekitar Rp 500 juta, memakan waktu tiga bulan, yakni menguji proses bisnis dan aplikasi-aplikasi bisnis. Sementara layanan terumit, harga Rp 1 miliar, memakan waktu 6 bulan, yakni mengaudit kinerja (kinerja perencanaan, pengawasan, aplikasi, orang, dan manfaat TI bagi organisasi). “Kebanyakan meminta layanan moderat atau medium,†kata wirausaha muda yang ingin pensiun di usia 40 tahun itu.
Berbeda dari audit keuangan atau bidang audit lain, dikatakan Chandra, skill yang digunakan di jasa audit TI harus spesifik. “Network harus ditangani ahli network, untuk database harus yang ahli database, untuk aplikasi harus yang ahli coding, dan lain-lain,†ujarnya. Audittndo kini memperkerjakan sekitar 60 karyawan — 30 karyawan tetap dan 30 sisanya dipekerjakan by project. Ia mengakui tenaga audit di Indonesia masih sedikit sehingga pemainnya pun sedikit.
Budi Soesetyo, Manajer PEP SPI PT Askes, mengatakan, Askes menggunakan jasa audit TI dari Audittindo sejak 2002. “Mereka profesional dan komprehensif dalam meng-handle pekerjaan. Selain itu, didukung brainware atau SDM yang bagus dan berpengalaman, sehingga transformasi hal-hal baru bisa dilakukan sangat cepat,†kata Budi. Dalam hal ini, Askes meminta layanan jasa audit TI (sebagai partner) dan jasa konsultasi. Konsultasinya mencakup penyusunan Pedoman Pemeriksaan Audit Internal, penyusunan Teks Audit Berbasis Komputer, pelatihan penggunaan Audit Comand Language, penyusunan Sistem Informasi Manajemen Audit berbasis Web, konsultasi dalam Quality Audit Assurance, serta konsultasi pengawas dalam IT Audit & Assurance.
Audittindo kini sudah mengembangkan tiga kelompok layanan: consulting, education, serta solution & publishing. Sejak 2001, bisnisnya selalu tumbuh dua kali lipat per tahun. Menurut Chandra, market size bisnis jasa audit TI di Indonesia secara total mencapai Rp 50 miliar. Sayang, ia tak mau menjelaskan detail omset perusahaannya. Ia hanya memaparkan, berencana menspesialisasi bisnis secara lebih detail, baik di bidang edukasi, solusi maupun konsultasi. Selain itu, juga mengembangkannya ke arah jasa IT governance, risk dan control.
Sudarmadi/Andry Mahyudi
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.