Global Teleshop mereposisi bisnisnya dari pemasar merek tunggal Nokia ke merek-merek lain. Menurut Djatmiko, dilakukannya reposisi tersebut karena Global Teleshop merasa bahwa Nokia tidak bisa melayani konsumen yang 80% merupakan pengguna ponsel dengan kisaran harga Rp 500.000-1.000.000. Selain itu, pasar ponsel juga merupakan industri paling dinamis baik bagi pemain maupun pasar, yang selama sebelas tahun terakhir ini mengalami pergeseran luar biasa.
“Saat ini ponsel telah menjadi komoditas. Selama setahun terakhir, preferensi brand konsumen ponsel terpecah. Jadi, kami sebagai reseller merasa berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,†paparnya. Direktur Utama Global Teleshop, Djatmiko Wardoyo, saat dihubungi Selasa (26/1). mengungkapkan, dengan adanya reposisi tersebut, Global Teleshop menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 15%-20% di tahun ini.
Seperti diketahui, saat ini fenomena blackberry merambah masuk ke pasar ponsel. Diakui Djatmiko, pihaknya sejak awal sudah menduga hal tersebut akan terjadi. “Saya sudah prediksi blackberry akan menjamur di pasaran, tapi demand di Indonesia cukup besar sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap pasar ponsel,†tuturnya. Djatmiko menambahkan, yang berpengaruh adalah efek dari munculnya blackberry yaitu melejitnya ponsel qwerty di kalangan masyarakat.
Dengan tidak menjadi pemasar merek tunggal, Global Teleshop tidak memiliki perjanjian atau kesepakatan apapun dengan Nokia. Selama ini di Indonesia terdapat empat distributor Nokia, dan tiga di antaranya telah memasarkan produk lain, selain Nokia. “Jadi cuma Global Teleshop tunggal sehingga jika sekarang kami reposisi bisnis, kami tidak memiliki perjanjian apa-apa dengan Nokia,†ungkap Djatmiko. Lebih lanjut Djatmiko juga mengemukakan bahwa kemungkinan besar pihaknya juga akan memasarkan ponsel-ponsel Cina.
Djatmiko menjelaskan, harga ponsel cenderung menurun setiap tahun. “Jadi, jika berbicara mengenai pertumbuhan sebenarnya harus menghitung juga penurunan tersebut. Kira-kira target pertumbuhan kami mengalami kenaikan 15%-20%,†ujarnya. Menurut Djatmiko, di tahun ini dengan revenue yang sama, unit yang dijual akan bertambah.
