Nokia Indonesia Berada di Negara yang Tepat pada Waktu yang Tepat

Nokia Indonesia Berada di Negara yang Tepat pada Waktu yang Tepat

Bob (47 tahun), lulusan sebuah SMA di Australia, pernah menjabat berbagai posisi penting di industri handset dan operator telekomunikasi di kawasan Asia dan Australia. Karier penyuka sop buntut, gado-gado dan masakan Padang itu diawali sebagai Manajer Channel Nasional Optus, operator telekomunikasi nomor dua di Australia, lantas berlanjut sebagai General Manager Philips Mobile Phone di Sri Lanka dan Bangladesh.

Setelah itu, berturut-turut suami Susan dan ayah dari Robie (17 tahun) itu memegang posisi sebagai GM Sendo Mobile Phones di Singapura; Manajer Pengembangan Bisnis Nokia Asia Tenggara; dan berlanjut sebagai Country Manager Nokia Thailand. Terakhir, sebelum hijrah ke Indonesia, pemegang paspor Inggris itu ditugasi sebagai Direktur Penjualan untuk Pelanggan dan Operasional Pasar Nokia India.

Berikut petikan wawancara SWA dengan pria yang di usia mudanya kerap backpacking ke Medan dan Danau Toba itu.

Apa rencana Anda sebagai Country Manager Nokia Indonesia?

Saya akan fokus di tiga area: kepuasan karyawan, kepuasan partner dan kepuasan konsumen. Soal kepuasan karyawan, Nokia Indonesia diberkati dengan tim yang tangguh dan posisi yang kuat. Sangat penting memastikan karyawan merasa diberdayakan dan merasa memiliki jalur karier yang jelas. Kami merasa terbantu oleh hal itu.

Dalam hal kepuasan partner, operator, distributor, peritel, kami akan mencari manfaat bisnis bersama. Tentu para partner kami menginginkan vendor yang mengerti strategi dan taktik bisnis mereka. Kami akan berusaha bersama meningkatkan kemajuan vendor. Saya mengamati distributor dan partner ritel kami mampu menghasilkan uang dengan cepat.

Yang ketiga adalah kepuasan konsumen. Bekerja untuk Nokia yang mendapat banyak kepercayaan dan harapan dari konsumen, kami harus fokus dalam hal kebutuhan dan keinginan konsumen. Kami harus memastikan bahwa kami mendengarkan konsumen. Sehingga, ketika mereka pergi ke peritel kami, mereka mendapatkan yang mereka inginkan.

Bagaimana dengan target penjualan?

Kami lebih menekankan pada kepuasan konsumen. Konsumen tidak peduli tentang penjualan atau posisi kami di pasar Indonesia. Mereka hanya ingin merasa puas saat datang ke peritel. Salah satu tantangan terbesar yang kami tekankan adalah melawan rasa puas diri sebagai pemimpin pasar.

Strategi untuk memenuhi kepuasan partner?

Kami ingin memiliki rencana bisnis yang sesuai dengan partner-partner kami. Apa yang mereka cari, apa yang mereka ukur, dan apa tujuan mereka. Rencana bisnis kami haruslah memahami strategi dan taktik mereka dalam memasuki pasar. Ini tentang pemahaman. Kami harus tahu apa yang mereka inginkan dari produsen handset seperti Nokia. Mungkin bisnis mereka termasuk layanan dan solusi, dan kami memastikan itu tercakup dalam rentang produk kami yang sangat luas.

Bagaimana Anda akan meningkatkan kepuasan karyawan Nokia Indonesia?

Kepuasan karyawan kami termasuk yang tertinggi. Jadi, isunya bukan mengangkatnya lagi, tapi memastikannya sebagai prioritas. Kami sangat fokus pada rencana pengembangan karier dan pribadi setiap karyawan. Nokia adalah organisasi yang sangat value-based.

Akankah ada perubahan dalam hal sistem pengelolaan karyawan?

Jalur karier karyawan sudah inherit dengan Nokia secara gobal. Kami punya hampir 1 miliar konsumen di seluruh dunia. Hal itu hanya bisa dicapai dengan karyawan empowered dan rencana pengembangan karier karyawan yang jelas. Kami di sini hanya akan memastikan itu berjalan sesuai. Banyak juga orang Nokia Indonesia yang bekerja di berbagai Nokia lain. Itulah nilai global Nokia dalam empowering karyawan.

Apakah Anda melihat adanya keunikan perihal konsumen Indonesia?

Kami sudah rapat dengan tim manajemen. Kesimpulan kami, kami berada di negara yang tepat, di perusahaan yang tepat dan waktu yang tepat. Indonesia adalah satu dari empat negara di dunia yang masih bisa diharapkan mengalami pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Kami justru melihat banyak kesamaan dengan konsumen di negara Asia lain yang pernah kami singgahi seperti Singapura, India dan Thailand. Passion yang sama tentang pentingnya keluarga, security, pendidikan dan pekerjaan. Selain itu, konsumen Indonesia juga memiliki minat yang sama tingginya dalam hal fitur musik, fotografi, radio FM, entertainment. Itu kami rasa sama saja. Perbedaannya hanya ukuran konsumen.

Potensi apa yang Anda lihat di Indonesia?

Pertama, masih banyak orang yang belum menggunakan dan memiliki handset. Jadi, pertama ada first time user yang besar. Kedua, ada kenaikan meteoric dalam messaging dan Internet. Dengan produk yang luas maka banyak kesempatan bagi kami. Itu salah satu area yang akan kami kembangkan

Apakah itu artinya Anda akan fokus di segmen entry level alias low end?

Kami memiliki rentang fokus yang luas di berbagai segmen. Karena itu kami bisa memuaskan konsumen. Sebagai contoh, kami punya handset dengan operasional layar sentuh dan bisa juga dengan keypad Qwerty lengkap, ada pula fitur multimedia dan sebagainya. Jadi, ini bukan mengenai kami akan fokus di konsumen di satu sisi saja, tapi memenuhi apa yang mereka inginkan dan memastikan kami punya produk dengan solusi di atas rata-rata.

Apa tantangan utama Nokia Indonesia?

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan kami tidak berpuas diri. Jika puas, Anda tidak merasa butuh berinovasi. Sebagai pemimpin pasar, Anda harus bertanggung jawab atas pengembangan keseluruhan untuk distributor, peritel, konsumen.

Bagaimana kontribusi Nokia Indonesia terhadap Nokia secara global?

Nokia Indonesia masuk dalam 10 pasar terkuat Nokia di dunia. Karena PDB yang tumbuh bagus, potensi first time user yang besar. Kesempatan besar dalam messaging dan Internet. Karena itu, Nokia Indonesia adalah perusahaan yang tepat, berada di negara yang tepat, pada saat yang tepat pula.

Beberapa bulan terakhir, kami melihat kesuksesan luar biasa dari BlackBerry dan Iphone. Kenapa pemberitaan mengenai Communicator atau lini smartphone Nokia lainnya sepi?

Hmmm….

Bagaimana Anda melihat itu?

Pasar selalu menantang. Posisi nomor satu dan dua selalu berubah di dunia setiap tahun. Sebagai orang yang sudah berada di industri ini selama 22 tahun, pasar memang selalu kompetitif. Kedua, dengan BB dan Iphone, yang terjadi adalah konvergensi media. Kami sudah bermain di sana cukup lama dan menjadi juara dalam multimedia dengan E90 dan sebagainya. Yang baik dari kedatangan mereka adalah pengembangan pasar. Tapi, kesempatannya bukan hanya berfokus di ceruk. Kami rasa tanggung jawab kami adalah memberikan layanan luas dalam Internet dan messaging ke semua masyarakat.

Ke depan, saat saya ke toko, konsumen tidak mencari smartphone tapi mencari produk yang memberi akses ke Internet, Facebook, atau all the music I can eat. Kami rasa tema itu akan dominan. Dalam hal smartphone, tema itu akan lebih luas lagi pengembangannya. Itu adalah tema yang kami tuju: messaging, musik, Web, Facebook.

Eddy Dwinanto Iskandar

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag