Obesitas
Saya tentu saja mensyukuri kondisi tubuh saya. Namun, kalau dikatakan “masih seperti dulu”, rasanya kok tidak tepat. Rambut sudah memutih, tak terhitung yang sudah luruh, sementara gigi juga tidak utuh lagi. Mata sudah pula menjalani operasi katarak. Dengan berat tak pernah jauh dari 50 kilogram, beberapa teman mencurigai saya sebagai pelaku diet nan ketat (tiger diet). “Sejak kecil saya sudah berdiet. Eyang saya memberikan resepnya: ?Berhentilah makan sebelum kenyang.? Tidak setiap hari makan nasi. Terkadang bubur dengan lauk kecap manis, sesekali singkong rebus, grontol (jagung yang sudah dipipil lalu direbus, disantap dengan kelapa parut), atau pisang rebus.”
“Kamu kok tidak gede-gede, sih?” tanya teman saya. Saya cuma bisa menjawab, saya ini kan ?menikmati? hidup tiga zaman: penjajahan Belanda, Jepang, dan masa awal perang kemerdekaan. Lagi pula, orang tua dan konon juga nenek moyang saya termasuk warga berbadan tak gemuk dan tak kurus amat. Yang penting, sehat. Ya, jasmani, ya rohani. Dan jangan menjadi korban penyakit kegemukan atau obesitas.
Obesitas kini berjangkit di hampir seluruh dunia. Penderitanya pun beragam. Salah satunya adalah Mikesh. Berat badannya “baru” 20,5 kilogram, enam kali berat teman sebayanya. Saking gemuknya, tulis koran berbahasa Jerman, Bild, 10 April lalu, Mikesh tak bisa membersihkan dirinya sendiri. Berita yang dikutip Kompas ini juga mengungkapkan bahwa ia sudah ngos-ngosan setiap kali berjalan beberapa langkah.
Pada 1 April silam majikan Mikesh yang sudah uzur dipindahkan ke panti jompo. Agar tidak merasa kesepian, Mikesh diboyong ke rumah penampungan. Di rumah baru itu ia malah tak mau makan. Padahal, ia selalu menyikat habis makanan yang diberikan majikannya, termasuk dua kilogram olahan daging cincang per hari.
Mikesh yang supergemuk itu barangkali merindukan majikannya. Nafsu makan yang hilang mungkin juga karena pengurus rumah penampungan secara bertahap mengurangi jatah makannya agar bobot Mikesh berkurang. Seorang karyawan rumah penitipan hewan berencana membawa Mikesh pulang ke rumahnya selama 10 hari, khusus untuk mencoba memulihkan nafsu makannya.
Jadi, Mikesh ditampung di rumah penitipan hewan? Benar, Saudara, ia adalah seekor kucing yang menderita obesitas.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.