PT OCBC NISP Tbk menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) dengan jumlah pokok Rp 1 triliun guna mempertahankan posisi rasio kecukupan modal (CAR) di level 17%. Obligasi ini diterbitkan hingga akhir tahun. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu (tenor) tujuh tahun.
Menurut Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, dengan proyeksi pertumbuhan pinjaman sebesar 20% -30%, CAR akan menyusut hingga 15%. untuk itulah diterbitkan obligasi subordinasi agar angka CAR tetap pada posisinya saat ini. “Yang diterbitkan juga obligasi subordinasi bukan obligasi konvensional dengan tujuan untuk bisa diperhitungkan sebagai modal,†ujarnya dalam public expose di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (2/6).
Obligasi Subordinasi III Tahun 2010 ini memberikan kupon bunga FR028 +200-300 bps per tahun atau sekitar 10,75%-11,75%. Pembayaran kupon dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Parwati juga mengharapkan penerbitan obligasi subordinasi dengan peringkat instrument AA- (idn) dari Fitch Ratings Indonesia ini akan mendapat sambutan positif dari para investor yang ingin mendapatkan return optimal.
Dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi subordinasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk penempatan aktiva produktif dalam bentuk penyaluran kredit. “Obligasi subordinasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan sebagai modal pelengkap,†Parwati menjelaskan.
Dalam penerbitan obligasi ini, OCBC NISP didukung oleh PT Standard Chartered Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT NISP Skuritas (terafiliasi) sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan/atau penjamin emisi obligasi dengan kesanggupan penuh (full commitment), dan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.
Obligasi ini telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia dan saat ini sedang menunggu pernyataan efektif dari Bapepam LK. Masa penawaran awal berlangsung pada 2-16 Juni 2010. Perkiraan tanggal efektif akan diperoleh pada 25 Juni 2010, sedangkan masa penawaran dijadwalkan mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2010. Masa penjatahan pada 2 Juli 2010 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2010.
