Panorama Leisure Investasi 200 Miliar untuk Pengadaan Armada

Panorama Leisure Investasi 200 Miliar untuk Pengadaan Armada

PT Panorama Sentrawisata Tbk (Panorama Leisure) sediakan Capex Rp 200 miliar tahun ini untuk biaya investasi pengadaan armada transportasi wisata dan umum berupa penambahan 500 unit. Demikian disampaikan oleh Budi Tirtawisata, Presiden Direktur Panorama Leisure dalam acara paparan publik hari ini (11/6) di Jakarta. Dana Capex diperoleh dari kas internal serta pinjaman dari Bank Mandiri. Untuk komposisinya sendiri tidak diutarakan oleh Budi. “Yang jelas ada proporsi untuk internal dan pinjaman,” katanya.

Panorama Transportasi pada kuartal pertama tahun ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 77,48%. Pertumbuhan pada pilar transportasi di tiga bulan pertama 2010 ini yang paling besar,dibandingkan dengan tiga pilar bisnis Panorama Leisure lainnya yakni pilar outbond, inbound, dan MICE yang masing-masing bertumbuh 25,56%; 12,53%; dan 24,42%.

Tahun lalu Panorama Leisure membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 1,5 miliar, atau menurun 7,42% dibandingkan 2009 sebesar Rp 1,6 miliar. “Penurunan ini disebabkan oleh penurunan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah serta adanya peningkatan komposisi produk dengan persentasi margin yang lebih tinggi,” papar Royanto Handaya, Direktur Panorama Leisure. Meskipun pendapatan menurun, namun laba bersih yang didapat Perusahaan meningkat 13,40%, dari Rp 5 miliar di 2008 menjadi Rp 5,7 miliar di 2009.

Pilar Inbound sendiri mengalami kenaikan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 7% dari 88.141 pax di 2008 menjadi 94.328 pax di 2009. Kenaikan wisatawan tersebut berimbas kepada kenaikan pendapatan sebesar 23,07% dari Rp 188 miliar menjadi Rp 231,4 miliar. “Sampai akhir tahun ini kami menargetkan total penanganan wisman sebanyak 118.000 pax,” ucap Roy.

Berbeda dengan Inbound, untuk pilar Outbound mengalami penurunan pendapatan usaha. “Penurunan Outbond ini yang juga menyebabkan revenue keseluruhan Panorama Leisure turun,” Roy menjelaskan. Untuk Panorama Transportasi mengalami kenaikan pendapatan sebesar 14,21% sedangkan untuk MICE juga mengalami kenaikan pendapatan sebesar 66,09% dari Rp 14 miliar menjadi Rp 23,4 miliar. “MICE ini tumbuh paling tinggi tahun kemarin karena keberhasilan dalam menyelenggarakan beberapa pameran utama,” tutur Roy.

Ke depan, Panorama ingin memanfaatkan beberapa momentum untuk mendukung pariwisata di dalam negeri. Misalnya dengan membuka kantor di Paris setelah empat tahun non aktif karena Garuda Indonesia telah membuka jalur penerbangan langsung dari Eropa. Melalui Panorama Destination, perusahaan akan membuka pangsa pasar asia seperti di Malaysia, Singapura, Timur Tengah, India dan Iran. “Kami menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25% di tahun ini,” ungkap Budi lagi. Ia pun menambahkan bahwa Perseroan telah memiliki cetak biru untuk rencana lima tahun ke depan, di antaranya adalah mengembangkan industri hospitality.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag