Home » Updates » Pasar Properti akan Bergairah di 2010

Pasar Properti akan Bergairah di 2010

Hal tersebut memang sudah diperkirakan JLL sebelumnya, dimana akibat dampak dari krisis ekonomi global dan melemahnya ekonomi dalam negeri, pasar properti di Jakarta kemungkinan akan mengalami pertumbuhan yang minim sampai akhir 2009. “ Akan tetapi, seiring dengan perbaikan ekonomi di tahun depan, pasar properti pun diperkirakan akan mengikuti tren yang sama,” ujar Anton.

Kinerja perbaikan ekonomi di Indonesia sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal tahun ini. Di bursa saham misalnya, IHSG BEI dalam 6 bulan pertama telah meningkat secara tajam dan pertumbuhannya merupakan yang tertinggi no. 2 dibawah China. Sementara itu, rupiah merupakan mata uang yang mengalami penguatan (apresiasi) paling tinggi no. 1 di kawasan Asia.

Di sisi lain, Pemilu yang berlangsung relatif sukses baru-baru ini menurut JLL juga turut memberikan kontribusi dalam pemulihan kepercayaan investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. Semuanya itu bermuara kepada optimisme akan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tahun-tahun mendatang. Mengacu pada proyeksi ekonomi sejumlah lembaga keuangan internasional, Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan paling pesat di kawasan Asia Pasifik dibawah Cina dan India. Hal ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor internasional untuk menanamkan modalnya di dalam negri termasuk ke sektor properti.

Menurut Lucy Rumantir, Chairman Jones Lang LaSalle Indonesia, pasar properti yang tahun ini mengalami penurunan permintaan dan stagnasi dalam harga, berpotensi mengalami rebounce di tahun 2010 mendatang. Sub-sektor yang diperkirakan mengalami recovery paling awal adalah perkantoran komersial, diikuti oleh subsektor pusat perbelanjaan sewa dan apartemen sewa yang keduanya diprediksi mulai tumbuh secara signifikan di tahun 2011.

Sementara itu, pasar kondominium strata dianggap sebagai sub-sektor yang paling elastis terhadap perubahan ekonomi khususnya tren suku bunga. Seiring dengan penurunan suku bunga pinjaman dan deposito, tingkat penjualan dan minat investasi di sub-sektor ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan tahun depan.

Be Sociable, Share!
Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


* three = 6