“Indonesia adalah termasuk negara yang merespon dengan baik solusi Cisco WAAS. Kantor-kantor cabang yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan limitasi bandwidth-nya mendapatkan manfaat untuk melayani pelanggan lebih baik karena kinerja aplikasi dapat ditingkatkan,” kata Irfan Setiaputa, Direktur Pengelola Cisco Systems Indonesia.
Dijelaskan Irfan, Cisco WAAS merupakan serangkaian solusi beserta aplikasi dengan fungsi akselerasi untuk kantor cabang yang membantu memaksimalkan kinerja aplikasi berbasis TCP yang bekerja dalam lingkungan Wide Area Network (WAN). Hal ini memungkinkan perusahaan (TI) untuk mengkonsolidasikan server dan storage mereka yang tersebar kemudian menjadikannya sebuah data center terpusat yang terkelola. Seterusnya, melalui konsolidasi tersebut, perusahaan dapat mengimplementasikan aplikasi secara terpusat tanpa menurunkan kinerjanya yang setara dengan aplikasi bagi pengguna jarak jauh.
Cisco WAAS tengah mengalami peningkatan adopsi yang pesat dari berbagai industri, termasuk di dalamnya industri keuangan, kesehatan, dan manufaktur, di luar mereka yang bergerak di bidang TI. Cisco WAAS telah teruji pada beberapa perusahaan skala besar, dengan implmentasinya yang mencapai lebih dari 100 lokasi. Cisco adalah satu-satunya produsen yang menawarkan form factor perangkat keras yang dirancang khusus dalam satu solusi, termasuk di dalamnya perangkat terpisah dan modul yang dapat terintegrasi dengan Cisco Integrated Services Router (ISR) yang juga telah banyak diterapkan.
“Optimasi WAN bukan lagi sebuah kemewahan namun telah menjadi suatu keharusan. Secara bertahap, para manajer TI menginginkan sebuah penggabungan antara optimasi WAN dengan akselerasi aplikasi ke dalam satu perangkat. Hingga kini, terdapat 17% organisasi yang menggunakan peranti all-in-one, dan 55% dari mereka mempergunakan optimasi WAN. Di masa mendatang, mereka menginginkan sebuah alat yang memiliki kemampuan switching/routing, sekuriti, Voice Over IP, kemampuan optimasi, dan WAFS. Para produsen yang dapat menyediakan fasilitas-fasilitas tersebutâ€â€baik secara mandiri maupun bagian dari solusi terintegrasiâ€â€hanya merupakan sebagian kecil perusahaan yang memasuki pasar,” ujar Robin Gareiss, Executive Vice President dan salah satu pendiri awal dari Nemertes Research.