Pemasaran Unik Ala Ceragem

Pemasaran Unik Ala Ceragem

Apa sih keistimewaan Ceragem Center sehingga orang rela mengantre untuk berobat di sana? Selain metode pengobatan yang berbeda, yaitu menggunakan terapi batu giok yang terbukti berkhasiat (bagi sebagian pasien), keistimewaan Ceragem Center adalah tidak memungut biaya dari pengobatan yang dilakukannya. Tidak hanya sebatas percobaan, konsumen pun dapat mencoba pengobatan tersebut berulang kali, bahkan sampai sembuh.

Perusahaan yang mengusung bendera PT Inni Ceragem ini bukanlah lembaga sosial. Dia juga merupakan institusi bisnis yang mencari keuntungan. Metode pengobatan gratis yang diberikan merupakan bagian dari strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan asal Korea Selatan ini. “Biarkan calon konsumen mencoba, jika puas, mereka akan membeli produk kami,” ujar Kim Sam Jim, CEO PT Inni Ceragem.

Kim menjelaskan, alasan Ceragem menggunakan strategi tersebut tak lain karena mereka yakin dengan kualitas produknya. Tak mengherankan, pihaknya memberlakukan aturan: setiap cabang baru tidak boleh melakukan penjualan hingga tiga bulan. Saat pasien tengah melakukan terapi, staf Ceragem akan memberikan penjelasan secara detail tentang produk yang digunakan. “Keunggulan pemasaran percobaan secara gratis telah terbukti di dunia dan menjadi teori pemasaran yang terkenal sehingga di Universitas Beijing ada yang membuat skripsi mengenai sistem tersebut,” paparnya. “Tamu yang mengalami manfaat produk akan menceritakan pengalamannya, maka secara otomatis mereka berperan dalam promosi Ceragem,” ujar Kim.

Hong Sang Cheul, Direktur Perencanaan PT Inni Ceragem, menambahkan, walau memberikan pengobatan secara gratis, pihaknya sama sekali tidak merasa rugi. “Meskipun tidak membeli produk, mereka membantu melakukan promosi kepada orang-orang yang belum mengenal Ceragem,” katanya seraya menjelaskan, sebagian besar pasien yang berobat di tempat ini akhirnya membeli produk tersebut.

Pernyataan Hong boleh jadi benar. Menurut Nur Aisyah (61 tahun), sejak November 2007 ia rajin berobat ke Ceragem Center karena lokasinya dekat dengan kediamannya. Lama-kelamaan, pensiunan guru ini mulai merasakan manfaatnya. Penyakit darah tingginya tak lagi kumat. “Setelah mencoba, saya berniat membelinya. Setelah mengumpulkan uang, alhamdulillah saya bisa membelinya,” ujarnya seraya menyebut bahwa saat ini ia membeli Ceragem Compact CGM-P390 seharga Rp 10.500.000.

Menurut Hong, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Karena itu, produk yang sebenarnya masuk ke Indonesia sejak 2003 lewat tangan distributor tersebut mulai digarap secara serius dengan mendirikan kantor perwakilan pada 2006. “Pasar Indonesia sangat potensial, jumlah penduduknya banyak, biaya rumah sakit mahal dan asuransi kesehatan kurang berkembang,” ujarnya. Jangan heran, Ceragem langsung membuka 9 center (cabang) di empat lokasi: Jakarta, Tangerang, Surabaya dan Kalimantan. “Sekarang Ceragem sudah ada di hampir semua wilayah Indonesia, kecuali Papua,” katanya seraya menambahkan, Ceragem kini memiliki 100 cabang.

Kim mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk membuka center berkisar Rp 200-400 juta. Investasi tersebut akan mencapai titik impas dalam waktu 6-10 bulan. “Biaya promosi kami sangat minim, karena lebih banyak dilakukan lewat mutuk ke mulut,” ujar Kim seraya menyebutkan, hingga saat ini Ceragem belum pernah beriklan di media massa.

Melihat tren yang sangat positif itu, pihak Inni Ceragem berencana terus menambah jumlah center-nya. “Kami menargetkan memiliki 1.000 center pada tahun 2011,” ungkap Hong. Jika jumlah tersebut telah tercapai, pihaknya baru akan beriklan di media massa.

Saat ini, menurut Hong, Inni Ceragem termasuk kontributor terbesar ketiga setelah Cina dan India bagi Ceragem pusat di Kor-Sel. Padahal, saat ini Ceragem sudah ada di 59 negara di seluruh dunia.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag