Meningkatnya jumlah penumpang ini, menurut pihak SIA dalam keterangan persnya, berasal dari penambahan kapasitas pada rute-rute yang ada akhir Maret 2005, seperti Guangzhou, Beijing, Mumbai, Kolkata, Melbourne, Brisbane, Perth dan Hanoi. Di samping, ini juga disebabkan penambahan frekuensi penerbangan ke Amritsar pada akhir Oktober lalu.
Sementara itu, load factor penumpang pada sebagian besar rute memperlihatkan perbaikan dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Kecuali di kawasan barat laut Pasifik –justru memperlihatkan sedikit penurunan, peningkatan load factor itu terutama karena penambahan kapasitas penumpang di kawasan tersebut, di samping belum terserapnya pasar secara penuh.
Kawasan Amerika dan Asia Timur memperagakan pertumbuhan yang kuat, dengan pertumbuhan load factor masing-masing 6,9% dan 4,3%. “Kenyataan ini mencerminkan adanya permintaan yang lebih tinggi pada penerbangan non stop Singapura-USA services dan pada layanan penerbangan di Asia Tenggara,” jelas Glory Henriette, PR Manager Sia Jakarta Office.
Secara sistem, jaringan SIA Cargo tumbuh sebesar 4,4%, terutama sekali karena tambahan tambahan ruang kargo di Pasifik Barat Daya dan pada penerbangan layanan kargo baru ke Nagoya dan Johannesburg. Secara keseluruhan, load factor kargo turun sekitar 1,8% sebagai cerminan dari menurunnya permintaan di Pasifik Barat Daya karena kondisi cuaca yang susah diramalkan. Akibatnya, pengiriman bahn-bahan musiman dari Australia tahun ini tertunda. Penundaan dan banyaknya barang-barang yang harus dijadwal ulang serta turunnya permintaan luar negeri berdampak pada turunnya load factor kargo sebesar 8,9%.
