Meningkatnya jumlah perempuan bekerja dengan penghasilan sendiri, menjadikan dunia keuangan dan investasi menjadi penting untuk dipahami oleh kaum perempuan, agar memperoleh kemandirian finansial. “Di Cina dan Jepang banyak perempuan yang ikut pasar modal. Sedangkan di Indonesia tingkatnya masih rendah,” ujar Linda Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam acara Sosialisasi Pasar Modal PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tema Perempuan dan Kemandirian Finansial, Senin (10/5).
Kurangnya pehamaman serta ketakutan tertentu akan rumitnya investasi di pasar modal, membuat sebagian besar perempuan bahkan mungkin juga laki-laki enggan untuk berinvestasi. Padahal, seperti dikemukakan oleh Frederica Widyasari Dewi, Direktur Pengembangan BEI, dengan melakukan investasi di pasar modal memiliki beberapa keuntungan tersendiri. “Menyimpan uang di pasar modal memliki beberapa benefit, yakni liquid, capital gain, dan dividen,†katanya. Menurutnya, pasar modal merupakan alternatif investasi utama yang cukup menarik.
Frederica menjelaskan, sebelum memutuskan untuk berinvestasi ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan. Yaitu dana, wahana investasi, tujuan, jangka waktu, perolehan keuntungan, dan risiko. “Dalam investasi, jika risiko tinggi, maka perolehan juga akan tinggi dan jika resiko rendah maka perolehan rendah juga. Itu sudah pasti,†paparnya. Untuk itu, ditambahkan pula oleh Frederica, prinsip utama dalam melakukan investasi adalah diversifikasi risiko. Dengan kelebihan dana yang dimiliki perempuan, maka dapat digunakan untuk membeli saham dari perusahaan-perusahaan yang kinerjanya cukup baik.
Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu upaya BEI untuk meningkatkan jumlah calon investor di Indonesia yaitu dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi bekerja sama dengan berbagai pihak. Menurut Linda, dengan sosialisasi ini diharapkan para perempuan dapat berkontribusi dalam pengembangan pasar modal. “Pasar modal merupakan salah satu pilihan untuk kepentingan perempuan itu sendiri,†tutur Linda lagi.
Adapun acara ini diikuti oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Jajaran Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dan Asosiasi perempuan lainnya. “Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh organisasi perempuan, sehingga mereka bisa mensosialisasikan kepada rekan-rekannya, anggota organisasinya yang lain, atau bahkan anak-anaknya yang sudah besar,†ucap Linda. Sebelum acara sosialisasi dimulai, Linda berkesempatan membuka perdagangan di lantai bursa.