Home » Corporate » Corporate Action » Permintaan Saham Perdana Benakat Capai Rp 8 Triliun

Permintaan Saham Perdana Benakat Capai Rp 8 Triliun

 

Minat investor terhadap penawaran saham baru masih tinggi. Salah satu buktinya, antusiasme masyarakat atas pelaksanaan initial public offering (IPO) PT Benakat Petroleum Energy Tbk.(Benakat) yang berlangsung dari tanggal 3-5 Februari 2010. Di luar dugaan, permintaan saham sektor energi itu mencapai Rp 8 triliun. Investornya dari kalangan individu dan institusi.

 

Menurut Ferdinand Dion, permintaan saham perdana Benakat mengalami kelebihan (oversubscribe) hingga 5,3 kali. ”Untuk data resminya kami belum mendapat laporan secara detail dari  PT Danatama Makmur sebagai penjamin emisi,” kata Corporate Secretary Benakat, itu.

 

Permintaan saham perdana itu sebagian besar berasal dari kalangan investor asing sebesar 80%, sedangkan sisanya 20% dari investor lokal. Lokasi penawaran saham dilakukan di Bank Capital cabang Mega Kuningan, Kawasan Mega Kuningan, Jl. Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Outlet dibuka dari jam 10.00-16.00, setiap hari selama masa penawaran tiga hari tersebut.

 

Beberapa syarat yang harus dipenuhi  calon pembeli saham Benakat antara lain; setiap pihak hanya berhak mengajukan 1 (satu) pemesanan, yang bersangkutan tidak boleh diwakili oleh pihak lain, dan para pemesan diwajibkan untuk membaca prospektus terlebih dahulu.

 

Dalam IPO, Benakat melepas sebanyak 11,5 miliar saham, dengan harga di level Rp 140 per saham. Dengan mengacu pada harga perdana itu, maka perkiraan dana segar yang akan dihimpun Benakat mencapai Rp 1,6 triliun. Selain menawarkan saham baru, Benakat juga menerbitkan 6,5 miliar waran yang dapat dikonversi menjadi saham Benakat dengan rasio 1:1. Untuk harga pelaksanaan waran ditetapkan sebesar Rp 145 per waran. Jika mengacu harga penetapan waran tersebut, maka dana konversi waran yang akan diraih sebesar Rp 942,5 miliar.

 

Dengan demikian, total dana hasil penawaran saham IPO Rp 1,6 triliun dan penerbitan waran Benakat Rp 942,5 miliar berjumlah sekitar Rp 2,6 triliun. Dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah modal kerja dan bayar utang. Rinciannya, Benakat akan melakukan penyertaan dalam bentuk utang kepada anak usahanya yakni PT Benakat Oil dan PT Benakat Mining sebesar 95%. Sisanya akan digunakan untuk membeli saham PTII dan surat utang milik Patina Group Ltd.

 

Saat ini struktur kepemilikan saham Benakat terdiri atas PT Indotambang Perkasa 89,97% dan PT Inti Permata Nusantara 10,03%. Setelah IPO, komposisi  pemegang saham akan menjadi Indotambang 55,57%, Inti Permata 6,2%, dan masyarakat 38,24%.

 

Perlu diketahui, Benakat merupakan salah satu perusahaan energi di Indonesia. Lini bisnisnya bergerak pada peningkatan nilai melalui pengembangan hulu minyak dan gas bumi dan penambangan berbagai komoditas yang digabung dengan jasa pendukung, Procurement dan Konstruksi (EPC) yang komprehensif.

 

Setelah penawaran saham, tahapan selanjutnya Benakat akan melakukan penjatahan saham pada 9 Februari 2010 dan puncak dari rangkaian IPO adalah pencatatan saham dan waran Benakat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia dengan kode efek BIPI pada 11 Februari 2010.

SHARE SOCIAL MEDIA


One Comment

  1. rizki hermawan says:

    salam sejahtera..

    saya selalu menunggu tanggapan positif dari anda..

LEAVE A REPLY


3 + five =