Persiapan Jakarta Fair di Tangan Hartati Murdaya

Persiapan Jakarta Fair di Tangan Hartati Murdaya

Hartati, yang menjabat Ketua Penyelenggara JF tahun ini menyebutkan persiapan pihaknya sudah matang. Jumlah peserta Pekan Raya Jakarta ke-37 yang akan digelar 17 Juni-18 Juli ini sudah mencapai 70%-80% dari yang ditargetkan. Selain itu, cukup banyak peserta yang mengambil lahan lebih luas dibanding tahun sebelumnya.

Gebrakan pertama yang dilakukan panitia adalah memperbaiki kondisi bangunan, instalasi listrik dan mekanik (seperti lift dan eskalator), serta pekerjaan fisik lainnya. Pagar yang membatasi lahan seluas 44 hektare ini sudah direnovasi. Area parkir yang agak rawan juga diberi kawat berduri dan lampu penerangannya ditambah.

Untuk mengerjakan semua itu, menurut Hartati, JIE menyiapkan total anggaran sekitar Rp 80 miliar. Untuk perbaikan Pasar Gambir saja, misalnya, menelan biaya Rp 15 miliar. “Kami melakukan persiapan fisik secara komprehensif, baik sarana maupun prasarana seperti bangunan, tempat parkir, lapangan terbuka, gorong-gorong, toilet dan lain-lain,” katanya. Untuk itu, JIE menggandeng beberapa kontraktor seperti Total, Multicon dan juga perusahaan pelatihan.

Toh, Hartati mengaku tidak punya target muluk. Obsesinya hanyalah bagaimana mengangkat citra JF yang semakin tenggelam. “Kami berusaha meningkatkan image JF, sehingga tidak terkesan seperti pasar malam,” katanya.

“Ini bukan proyek cari untung, tapi pengabdian, karena yang menonjol justru misi publiknya,” Hartati menegaskan. Meski tidak jelas rinciannya, ia menyebutkan untuk perbaikan sarana dan prasarana sampai menghabiskan Rp 80 miliar. Padahal, dari sewa area selama satu bulan, penyelenggara hanya memperoleh Rp 14-15 miliar, ditambah pendapatan dari penjualan tiket (dengan target 2,2 juta pengunjung) diperkirakan sekitar Rp 16 miliar. “Dari sekali penyelenggaraan JF, modalnya tidak akan kembali,” ujarnya.

Ralph Scheunemann, Direktur Proyek JF yang telah mengikuti penyelenggaraan JF tiga tahun berturut-turut mengungkapkan, tahun lalu total pendapatan JF sekitar Rp 41 miliar, sedangkan tahun ini ditargetkan Rp 50 miliar. Harga tiket dipatok Rp 8-10 ribu/orang. Adapun tarif sewa ruang terbuka Rp 625 ribu-1 juta per m2.

Ralph memperkirakan penyelenggaraan JF tahun ini lebih bagus ketimbang tahun lalu, dengan alasan ada perbaikan dari kondisi sebelumnya. Mungkin karena itu pula, target pengunjung tahun ini dipatok sekitar Rp 2,2 juta orang, lebih tinggi dari tahun 2003 (2 juta orang) dan 2002 (1,5 juta orang). Begitu pula dari jumlah peserta, bila tahun lalu sekitar 950 peserta, tahun ini diperkirakan 1.000 peserta. Kemudian, bila tahun lalu transaksi yang tercatat di JF Rp 208 miliar, tahun ini ditargetkan Rp 250-300 miliar.

Hartati mengakui tantangan terbesar bagi penyelenggara adalah sulitnya mencari tenaga berpengalaman dalam penyelenggaraan event yang bersifat promosi barang dan jasa seperti JF. Karena itu, untuk menyukseskan hajatnya, ia pun masih mempekerjakan beberapa tenaga dari penyelenggara lama. Tantangan lainnya, disebutkan Hartati, adalah situasi terkait dengan pemilihan presiden (5 Juli 2004). Ia yakin, bila tidak terjadi gejolak, orang pasti akan mengunjungi arena JF.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag