Pertamina Segera Ekspor Pelumasnya
Hasto mengatakan, selama ini Pertamina memang hanya fokus pada pasar dalam negeri. “Pasar Indonesia terlalu besar, jadi kami fokus disana dulu,” ujarnya. Namun, lanjut Hasto, Pertamina juga tidak ingin hanya besar di kandang. Karena itu, pasar ekspor pun mulai dijajaki. “Sebelumnya kami juga sudah mengekspor ke beberapa negara, tapi sifatnya hanya on spot saja,” tambahnya.
Kali ini, Pertamina akan lebih serius dalam mengembangkan pasar ekspor. Artinya, Pertamina tidak hanya akan melempar barang sesuai pesanan (on spot), tapi juga akan melakukan aktivitas branding dan mengambangkan jalur distribusi di negara tujuan. Sedangkan negara yang jadi tujuan ekspor Pertamina ditentukan berdasarkan besarnya potensi pasar dan juga letak geografisnya. “Untuk pangsa ekspor pelumas, Pertamina lebih melihat potensi pasar yang besar dan letak posisi pemasok yang secara geografis lebih dekat dan terjangkau secara mudah dari Indonesia,” ujar Hasto.
Dia mengatakan, keberanian Pertamina untuk membidik pasar ekspor ini tak lepas dari upaya Pertamina untuk terus menerus meningkatkan mutu produknya. “Kualitas produk pelumas Pertamina sudah tidak perlu diragukan lagi. Karenanya kami berani bersaing dengan pemain global,” ungkapnya.
Untuk tahun pertama ini, Pertamina tidak memasang target muluk-muluk di pasar ekspor. “Targetnya hanya 5% dari total produksi. Itu sudah bagus sekali,” ujarnya. Tahun lalu, produksi pelumas Pertamina mencapai 350 ribu kilo liter.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.