PLN Tanda Tangani Kontrak EPC PLTU
Menurut Edi, nilai penghematan BBM yang didapat dari pengoperasian keempat PLTU itu mencapai Rp 2,99 triliun per tahun. PLTU Kepri berlokasi di Tanjung Balai Karimun dibangun konsorsium Shandong Machinery I&E Group Corp dan PT Rekadaya Elektrika dengan nilai kontrak US$ 18,5 juta. Pembangkit NTT berlokasi di Keliwumbu, Ende dengan nilai kontrak US$ 19,8 juta, dibangun konsorsium yang sama. Selanjutnya, PLTU Sultra yang dibangun konsorsium yang sama berlokasi di Kendari dengan nilai kontrak US$ 26 juta. Lalu, PLTU Kalteng berlokasi di Desa Buntoi dibangun konsorsium China National Heavy Machinery Corp, Shandong Electric Power, dan PT Mega Power Mandiri dengan nilai kontrak US$ 132,3 juta.
Selain kontrak EPC PLTU, juga ditandatangani kontrak EPC PLTG 1×112 MW yang berlokasi di Sicanang, Belawan, Medan, dengan PT Menamas-Betasurya-Saktimas senilai Rp 827 miliar. Selain PLTG Belawan, untuk menanggulangi krisis listrik di Sumatera bagian utara, PLN juga telah menandatangani kontrak pembangunan pembangkit “mobile diesel” berkapasitas 50×100 kW dan 100×50 kW dengan PT Bumi Loka senilai Rp 37,99 miliar pada 10 Oktober 2007.
Di samping itu, dilakukan pula pengadaan tiga unit PLTG masing-masing berkapasitas 1×11,86 MW dengan PT Indo Turbine-Medco senilai Rp123,55 miliar, 1×21,46 MW dengan PTB Imeco dan PT Indonesia Power senilai Rp 271 miliar dan 1×34,1 MW dengan PT Barata, PT Inpar, dan PT Wahana senilai Rp 311 miliar.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.