Home » Updates » PLN Targetkan Dana Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 3 Triliun

PLN Targetkan Dana Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp 3 Triliun

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan menerbitkan Obligasi PLN XII Tahun 2010 senilai maksimal Rp 2,5 triliun dan. Selain itu, PLN juga menawarkan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar. Dengan demikian total dana murah PLN yang akan terkumpul sekitar Rp 3 triliun.

“Setelah dikurangi biaya-biaya emisi dana yang diperoleh dari penawaran umum ini akan digunakan untuk kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga lisrik,” kata Direktur Keuangan PLN, Setyo Anggoro Dewo, dalam paparan publik PLN.

Obligasi PLN XII Tahun 2010 terdiri dari seri A dengan jangka waktu 5 tahun dan seri B dengan jangka waktu 12 tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi dengan tanggal jatuh tempo pada 8 Juli 2015 untuk seri A dan 8 Juli 2022 untuk obligasi seri B. Sementara itu, sukuk ijarah PLN V terdiri dari seri A dengan imbalan ijarah sebesar Rp 1 miliar per tahun berjangka waktu 5 tahun dan seri B dengan imbalan ijarah sebesar Rp1 miliar dengan jangka waktu 12 tahun.

Menurut Dewo, obligasi PLN ini diterbitkan tanpa warkat. Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Sementara itu, sukuk ijarah juga ditawarkan dengan nilai 100% dari sisa imbalan ijarah. Sebagaimana obligasi, imbalan ijarah juga dibayarkan setiap triwulan.

Obligasi PLN XII Tahun 2010 berperingkat idAA+ (double plus, stable outlook) dari Pefindo. Indikasi tingkat suku bunga obligasi ini untuk seri A mengacu FR0027 (100-175 bps) atau 8,15% dan seri B sebesar FR0043 (100-175 bps) atau 9,06%.

Sementara untuk indikasi sukuk ijarah V-2010 seri A dan seri B akan mengikuti suku bunga obligasi. Adapun untuk besaran tingkat bunga obligasi sebesar 9,15 – 9,9% untuk seri A, dan seri B sebesar 10,06 – 10,81%.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah adalah PT Danareksa Sekuritas (terafiliasi), PT Mandiri Sekuritas (terafiliasi), dan PT Trimegah Securities Tbk. Sedangkan wali amanat ditunjuk PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Dalam kesempatan yang sama Dewo juga mengungkapkan, ternyata anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan PLNP masih kurang Rp 13 triliun lagi. Adapun capex yang ditargetkan PLN tahun ini sebesar Rp 60-70 triliun. Namun, perusahaan setrum pelat merah ini masih membutuhkan suntikan dana Rp13 triliun lagi untuk mencukupi nilai belanja modal ersebut. “Untuk Rp3 triliun kami dapatkan dari obligasi. Sedangkan yang Rp 10 triliun akan kami dapat dari perbankan,” ucap Dewo menegaskan.

Adapun dana capex tersebut akan dipergunakan untuk pendanaan distribusi jaringan seluruh Indonesia, di mana PLN menetapkan margin PSO sebesar 8%.

Dewa memaparkan, hingga akhir tahun 2010 PLN menargetkan pencapaian laba bersih hampir sama dengan pencapaian tahun 2009, yakni sebesar Rp 10,5 triliun.

Be Sociable, Share!
Tags: , ,
Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


4 + = ten