Kegiatan above dan below the line pun digeber Sally untuk lebih memopulerkan Fristi. Terutama, mengomunikasikan merek yang berslogan citra (tag line): Hidupkan imajinasi kita ini kepada anak-anak. “Produk yang kami jual adalah experience dan brand endorser-nya,” ungkap pelahap bacaan ini. Agar kegiatan promosi yang dilakukan seiring dengan slogan citra, Fristi juga memasukkan karakter Neros dan Jazzmin, tokoh pahlawan yang berprestasi di sekolah, jago karate, dan suka membantu. “Fristi akan selalu memasukkan unsur moral,” kata Sally yang juga bertanggung jawab atas semua aktivitas pemasaran dan manajemen merek, termasuk meluncurkan produk baru atau ekstensi lini, dan peluncuran ulang Fristi.
Bagi lulusan S-1 akuntansi Universitas Indonesia ini, dunia persusuan bukanlah hal baru. Bergabung dengan Frisian Flag pada 2003, ia sempat menjabat Manajer Merek Infant Milk (Susu Bendera Formula Bayi Tahap 1 dan 2), dan Manajer Merek Growing Up Milk (Susu Bendera Pertumbuhan Anak). Sebelumnya, sulung dari dua bersaudara ini pernah menjadi Manajer Promosi (semua merek) PT Coca-Cola Indonesia, dan Staf Senior Operasional Pemasaran PT Procter & Gamble Indonesia.
