Home » Updates » Salman Aristo

Salman Aristo

Pergumulannya di komunitas film Kine 28 memberinya pencerahan tentang film-film hebat. Di komunitas yang bermarkas di Kemang, Jakarta Selatan itu pula ia belajar menulis skenario film lebih baik. Pengagum kreator film Akira Kurosawa, Stanley Kubrick, Wong Kar Wai, Woody Allen, Richard Linklater, Asrul Sani, dan Teguh Karya ini bertekad terjun total di dunia sinema. Keseriusannya mengantarkan dia menjadi nomine penulis skenario terbaik di ajang Festival Film Indonesia (2005) untuk film Brownies. Tahun berikutnya, skenario film Jomblo juga menempatkannya menjadi nomine di ajang FFI 2006. Dan, di tahun yang sama, Aris diganjar penghargaan sebagai penulis skenario cerita panjang dari Hubert Bals Foundations untuk cerita Swimmer and Daughter.

Bersama sang istri, Retna Ginatri S. Noer, ia menulis skenario film Ayat-Ayat Cinta. “Saya bilang ke Hanung (sutradara – Red.) kalau cerita ini ditulis berdua dengan istri pasti akan lebih kuat ceritanya,” tutur penulis skenario Catatan Akhir Sekolah, Alexandria, Cinta Silver dan Kambing Jantan ini. Di bawah bendera Milion Pictures, saat ini Aris mencoba tahapan lain dalam karier filmnya dengan menjadi produser film. “Saya ingin bukan sekadar berkutat dengan keyboard,” kata Aris yang juga hobi ngeband. Queen Bee adalah debut awalnya sebagai produser. Skenario film bergenre remaja ini ditulis oleh sang istri yang dijadwalkan akan tayang Juni mendatang. Ia sendiri mengaku masih menyimpan obsesi lain. “Membuat film perang dan action,” kata pelahap buku yang sempat menjadi editor di Majalah Trax ini.

SHARE SOCIAL MEDIA


Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


4 * = twenty eight