Meningkatnya kinerja Bank Permata tak lain karena meningkatnya pos-pos pendapatan bank ini. Pendapatan bunga bersih naik 26,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu mencapai Rp 1,168 triliun dari Rp 922,245 miliar tahun lalu. Demikian juga dengan pendapatan non bunga (pendapatan operasional) yang naik 226 persen dibanding tahun lalu, yaitu menjadi Rp 775,067 dari Rp 237,731 miliar.
Sementara dana masyarakat khususnya dana murah menunjukkan perkembangan yang posistif pada giro dan tabungan. Giro mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 8,3 triliun atau meningkat 52 persen, sedangkan tabungan tumbuh 16 persen dari Rp 5,2 triliun menjadi Rp 6 triliun.
Rasio dana terhadap kredit atau Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83 persen per 30 Juni 2007 dibanding periode yang sama tahun lalu 74 persen, dan diatas rata-rata LDR secara nasional sebesar 64 persen. Total pinjaman atau kredit yang disalurkan (gross) mencapai Rp 25 triliun atau meningkat 12 persen dibanding periode yang sama 2006, dengan komposisi 77 persen disalurkan ke sektor UKM.
Total aset PermataBank per 30 Juni 2007 meningkat 7 persen menjadi Rp 39 triliun, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi 14,1 persen meningkat 3,7 persen dari posisi Juni tahun lalu.
