Rata-rata harga logam timah yang diterima Perseroan selama semester I tahun 2007 adalah US$ 13,459 per ton, atau 66% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 8,120 per ton. Akan tetapi nilai tukar rata-rata Dolar AS yang diterima Perseroan selama semester I 2007 lebih rendah 2% dibandingkan periode yang sama tahun 2006 sebesar Rp 9.228 per US$ menjadi rata-rata Rp 9.042 per US$.
Volume penjualan logam timah selama semester I tahun 2007 mencapai 30.456 metrik ton, atau 60% lebih tinggi dibandingkan dengan 19.083 metrik ton pada semester I tahun 2006. Lebih tingginya volume penjualan tersebut sejalan dengan lebih tingginya produksi logam timah yang dihasilkan Perseroan selama semester I tahun 2007 sebanyak 32.567 metrik ton, atau 54% lebih tinggi dibandingkan dengan produksi logam pada periode yang sama tahun 2006 sebesar 21.134 ton.
Tingginya produksi logam timah Perseroan pada semester I 2007 disebabkan oleh meningkatnya ketersediaan bijih timah, terutama dari penambangan darat yang mencapai 37.152 ton Sn, atau 145% lebih tinggi dibandingkan produksi darat pada semester I 2006 sebesar 15.154 ton Sn. Total produksi bijih pada semester I 2007 mencapai 41.398 ton Sn atau 102% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006 sebanyak 20.536 ton Sn.
Pada semester I 2007 Perseroan meningkatkan volume produksi logam dengan melakukan unbalance smelting, yang berdampak pada peningkatan persediaan terak timah yang pada akhir semester I 2007 berjumlah 16.375 ton Sn, atau 26% lebih tinggi dibandingkan dengan 12.967 ton Sn pada akhir periode yang sama tahun 2006. Langkah tersebut dilakukan sehubungan dengan berkurangnya pasokan logam timah dari Indonesia sejak dilakukannya penertiban usaha pertambangan timah di Bangka pada bulan Oktober 2006, dan didukung oleh ketersediaan bijih timah.
Total penerimaan penjualan selama semester I 2007 mencapai Rp 4.078,4 miliar, atau 136% lebih tinggi dibandingkan Rp 1,729.4 miliar pada semester I 2006. Dari total nilai penjualan tersebut, 90,9% atau Rp 3.706,2 miliar merupakan pendapatan dari penjualan logam timah, sedangkan 9,1% sisanya merupakan kontribusi dari penjualan batubara sebesar Rp 351,5 miliar, jasa keteknikan sebesar Rp 13,7 miliar, jasa pengedokan & galangan kapal Rp 6,1 miliar, dan jasa eksplorasi Rp 1,0 miliar. Pada periode yang sama tahun 2006, kontribusi penjualan logam timah adalah 82,7% dari total penjualan.