Serbuan Korea di Proyek-proyek TI Lokal

Serbuan Korea di Proyek-proyek TI Lokal

Sejak awal tahun 2000, terutama saat booming Internet, perusahaan asal Negeri Ginseng ini mulai menebar bisnis di arena bisnis TI dan Internet. Beberapa pemodal ventura asal Kor-Sel sibuk membiayai proyek-proyek TI/Internet yang dikembangkan mitranya dari perusahaan lokal, misalnya Bolehnet (situs yang menyediakan layanan e-mail gratis dan online games) dan situs direktori Naver.co.id. Tentu saja, masih ada proyek lainnya.

Salah satu proyek investasi TI dari Kor-Sel yang tergolong lumayan besar adalah investasi sebesar US$ 50 juta yang dilakukan Bank Exim Kor-Sel pada pengembangan proyek e-Indonesia. Proyek ini adalah pembuatan superkoridor, dengan memanfaatkan jaringan backbone yang sudah tersedia, yang akan menghasilkan jaringan infrastruktur akses telekomunikasi berkecepatan tinggi. Proyek ini merupakan pengembangan proyek Nusantara 21, yang pernah dicanangkan, tapi belum terealisasi hingga kini.

Proyek yang dirancang Kementerian Kominfo ini, menurut Sekretaris Kementerian Kominfo J.B. Kristiadi, berangkat dari kondisi banyaknya perusahaan lokal seperti PLN, Telkom dan Indosat yang sebenarnya telah memiliki jaringan infrastruktur berkecepatan tinggi. Proyek e-Indonesia rencananya akan menggunakan fasilitas yang sudah tersedia ini — antara lain jaringan fiber optic. Dengan begitu, menurut Kristiadi, proyek ini diharapkan bisa menghasilkan jaringan infrastruktur yang andal. “Penggunanya, nanti bisa kalangan korporasi maupun individual,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proyek e-Indonesia akan diimplementasikan oleh PT Pro Infokom Indonesia, perusahaan patungan yang sahamnya dikuasai oleh PT Telkom 51%, PT PLN (Persero) 25% dan sisanya oleh PT Prima Infokom. Perusahaan yang disebut terakhir ini sahamnya antara lain dimiliki oleh Korea Telecom dan sejumlah perusahaan TI lainnya dari negara itu.

Selain menggarap proyek bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, kepak sayap bisnis perusahaan TI asal Kor-Sel juga merambah ke daerah. Misalnya, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang saat ini telah mengembangkan aplikasi e-government. Dukungan terhadap implementasi e-gov di Kutai rencananya akan dibantu oleh perusahaan konsultan TI asal Kor-Sel.

Syaukani, Sang Bupati, mengaku tengah merancang upaya agar seluruh wilayahnya bisa dijangkau pesawat ponsel. “Sekarang sedang dalam proses pemasangan. Setahun lagi selesai, seiring semakin luasnya daya jangkau operator seluler di Kalimantan,” ungkapnya kepada SWA.

Beragamnya investasi Kor-Sel di berbagai proyek TI, memunculkan kesan kentalnya kepentingan negeri itu di dalamnya. Namun, hal ini agak dibantah Kristiadi. “Terkesan kental karena adanya nota kesepahaman antara kedua pemerintahan, Korea Selatan dan Indonesia,” jelas Kristiadi. Padahal, katanya lagi, Nota Kesepahaman ini menjadi payung untuk terealisasinya kerja sama antar-perusahaan swasta kedua negara. Nah, dalam pelaksanaannya nanti, kalangan swastalah yang banyak berperan.

Akan tetapi, terlepas dari kemungkinan sukses-tidaknya beberapa proyek kerja sama ini, Pemerintah Kor-Sel dan beberapa perusahaan dari negara tersebut kelihatan memang cukup bergairah untuk berinvestasi, atau setidaknya, menggarap proyek-proyek di Indonesia.

Menurut Lee Kyang Hung, pelaku bisnis asal Kor-Sel, salah satu alasan yang membuat perusahaan-perusahaan negerinya tetap tertarik berinvestasi di Indonesia adalah potensi pasar lokal yang masih menjanjikan. “Dibanding negara-negara lain di kawasan ASEAN, Indonesia masih cukup potensial,” jelasnya. Meski diakui Lee, untuk produk tekstil, plastik dan mainan, perusahaan-perusahaan Kor-Sel tak menjadikan Indonesia sebagai pilihan. Untuk produk-produk atau bidang elektronik dan TI, kata Lee lagi, peluangnya masih sangat terbuka.

Namun, menurutnya, para pengusaha Kor-Sel tentu tetap mencermati berbagai ancaman terhadap stabilitas dan keamanan di Jakarta, misalnya soal pengeboman Hotel JW Marriot. “Tak bisa dipungkiri, mereka khawatir dengan kondisi di sini, tapi pasar lokal Indonesia juga penting,” ujar Lee.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag