Shinta Laksmita, Jualan Oriflame Sampai Papua
Nyatanya, tahun berikutnya bisnis OI tetap tumbuh meski tidak sefantastis tahun sebelumnya. Jumlah anggota (di OI biasa disebut sebagai konsultan) Cabang Surabaya juga berkembang, dari sekitar 7 ribu menjadi 14 ribu orang saat ini.
Apa yang dilakukan ibu seorang putri ini? Sejak bergabung, Mita tidak bosan-bosan melakukan pendekatan dan pelatihan, meski hanya satu orang. “Pikiran saya, semakin banyak orang tahu dan bergabung, semakin banyak orang yang bisa mengubah kehidupannya,†katanya. Ada kepuasan tersendiri jika kehidupan konsultan menjadi lebih baik dan impian mereka tergapai. “Rasanya seneng banget bisa merasakan kebahagian mereka.â€Â
Alasan itulah yang mendorong lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya ini tekun memberikan motivasi. Juga, rajin mendengar, agar memahami kebutuhan masing-masing. “Setelah tahu benar kebutuhan masing-masing, kami bisa mendukung dan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan mereka,†ujarnya. Dengan cara ini, hubungan antara OI dan konsultan menjadi kuat. Prinsipnya, memegang janji. “Bisnis ini berhubungan dengan orang, jadi we have delivered what we promised. Kalau tidak, orang tidak akan percaya. Prinsip ini yang saya pegang dalam hidup.â€Â
Merasa sudah meletakkan landasan yang kuat, ia membuka pasar baru bersama konsultan. Daerah-daerah seperti Bali, Lombok, Makassar, Yogyakarta, Solo, Semarang, Manado sampai Papua menjadi incarannya. Daerah-daerah yang ada konsultannya itu selalu didatanginya bersama para konsultan untuk presentasi. “Dulu saya sering banget presentasi di daerah-daerah. Boleh dibilang, saya kembali ke Surabaya selama semalam hanya untuk ganti koper,†ujarnya sambil tertawa.
Dedikasinya itu dipuji Cylke Andrews, mantan rekan kerjanya di Oriflame. “Mbak Mita itu memiliki dedikasi tinggi dan sangat committed terhadap pekerjaan. Kalau bekerja, ia bisa pulang paling malam,†kata Cylke.
Ambisinya memperluas pasar disambut baik oleh OI. Sehingga, cabang Makassar dibuka tahun 2003. Kemudian, Cabang Yogyakarta dan Cabang Balikpapan. Ketiga cabang ini dalam kondisi baik. Bahkan, menurutnya, Cabang Balikpapan sampai sekarang tumbuh lebih dari 100%.
Selain ekspansi pasar, secara internal ia melakukan pembenahan, terutama aspek pelayanan. Misalnya, menyangkut ketepatan pengiriman order luar kota atau meminimalkan antrean. “Prinsip saya, kami mendapatkan konsultan banyak, tapi service juga harus bagus,†kata Mita yang pada 2002 dipromosikan menjadi Manajer Penjualan Wilayah .
Atas keberhasilannya, mulai Februari 2006, ia diberi tantangan baru sebagai Manajer Pemasaran OI untuk memperkuat tim pemasaran. “Dulu, target saya adalah penjualan untuk Indonesia Timur. Sekarang, saya lebih ditantang untuk mengelola image dan brand Oriflame,†katanya. Artinya, lingkup pekerjaannya menyangkut memilih produk yang cocok dipasarkan di Indonesia dan kegiatan komunikasi pemasaran.
Mita mengaku tak sulit memilih produk yang sesuai dengan pasar Indonesia. Pasalnya, ia memosisikan diri sebagai konsumen kosmetik di Indonesia. Ia tahu banyak tentang dunia kosmetik. “Saya senang pada produk kosmetik. Berbagai macam kosmetik pernah saya coba,†katanya. Sejak dulu, saat berbelanja, ia selalu mampir ke konter kosmetik, walau hanya untuk mengambil bukletnya.
Ia mengakui, kegiatan komunikasi pemasaran memang sesuatu yang baru baginya. Namun, didukung pengalaman dan tim yang kuat, ia optimistis strategi yang dibuatnya berjalan lancar. Ia lebih banyak menggunakan strategi integrated communication, yakni menggabungkan berbagai kegiatan komunikasi dari public relations, promosi, advetorial dan event. “Saya ingin selalu membuat event heboh yang berkesan bagi para konsultan,†katanya. Terakhir, Agustus lalu ia sukses menggelar acara yang dihadiri sekitar 700 konsultan. “Kami sedang mempersiapkan acara product launching di Balikpapan bulan November ini,†katanya lagi.
Farida Nawang Nurini
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.