Home » Updates » Snoop Hadirkan Media Iklan Baru

Snoop Hadirkan Media Iklan Baru

Banyaknya pilihan media menjadi sebuah pertanyaan bagi pengiklan, mana yang paling cocok dan efektif untuk beriklan. Yose Rizal, Business Director PT Azka Citra Media, mengatakan media iklan konvensional semakin sesak dan sulit untuk diukur efetivitasnya. Untuk itu, dibutuhkan media non konvensional yang lebih efektif, akurat dan dapat diukur.

Telepon seluler (ponsel) dalam kehadirannya sudah tidak menjadi alat komunikasi biasa, tapi bisa digunakan sebagai media komunikasi pemasaran yang efektif. Pengguna ponsel mungkin atau bahkan sering menerima informasi tertentu lewat SMS Blast. Informasi tersebut bisa berupa informasi atau iklan produk tertentu. Sayangnya, penerima pesan sering kali kesal karena merasa terganggu dengan datangnya info-info tersebut.

Nah, PT Azka Citra Media mencoba menerapkan suatu bentuk strategi beriklan yang efektif lewat mobile advertising yang berbeda dengan SMS Blast. Snoop Mobile Media (Snoop), sebuah media iklan pada handphone yang berbentuk aplikasi dan berfungsi sebagai alat penayang iklan dalam bentuk visual pada layar ponsel. Hal pertama yang menjadi acuan, yaitu adanya persetujuan dari pemilik nomor ponsel bahwa bersedia menerima iklan. Lalu apa untungnya bagi mereka? Penerima iklan selain mendapatkan informasi dari iklan yang muncul juga akan mendapatkan point reward yang bisa ditukarkan dengan pulsa elektronik.

Ini juga keuntungan bagi operator karena traffic data akan meningkat. Pulsa yang digunakan untuk melihat iklan akan digantikan lebih besar dari tarif data yang dipakai. Contoh, satu iklan berukuran 30 Kb tarifnya Rp 1 per Kb. Penerima iklan akan mendapatkan poin 100 (Rp 100) per tayang, padahal satu brand minimal 3 kali tayang. “Kerjasama dengan operator hanya sekadar meningkatkan jumlah traffic data,” ujarnya. Sedangkan biaya iklan yang dikenakan ke pengiklan besarnya Rp 600 per tayang.

Mengapa bisa efektif? Pengiklan bisa memilih target konsumen yang ingin menjadi sasaran dari segi demografi, psikografi dan sosiografi. Sebelumnya, penerima iklan melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi biodata dan kesediaannya untuk menerima iklan. Dari biodata, berapa penghasilan, hobi, apakah bersedia menerima iklan rokok, dan sebagainnya. Pengiklan bisa tahu karekter sasaran yang akan dituju. Aplikasinya pun bisa diunduh gratis lewat website www.kliksnoop.com.

Informasi iklan yang ingin disampaikan bisa kapan dan dimana saja karena handphone sifatnya mobile. Yose mengatakan, tingat keberhasilannya bisa diukur karena pengiklan bisa mengetahui langsung berapa banyak pengguna ponsel yang sudah menerima dan membuka iklan mereka. Jadi untuk bisa mendapatkan poin tersebut, penerima iklan harus mengkonfirmasi telah melihat iklan tersebut.

Ini jelas berbeda dengan SMS blast yang sifatnya satu arah tanpa tahu siapa target yang dituju. Mobile advertising yang dilakukan Snoop lebih interaktif. “Yang kami tonjolkan ini adalah media personal yang punya kemampuan untuk komunikasi dua arah bisa interakrif, pengiklan bisa mendapatkan feedback langsung,” ujarnya. Dalam iklan tersebut, penerima iklan bisa terhubung langsung dengan nomor contact customer service jika ingin transaksi atau sekadar menanyakan sesuatu tentan produk yang diiklankan tersebut.

Menurut Yose, Snoop didirikan sejak Juni 2009 dan telah memegang sekitar 20 brand, seperti Hoka-Hoka Bento, perhotelan dan butik-butik fashion. Selain itu, ada 732 ribu subscriber yang telah menggunakan aplikasi Snoop.Tantangan yang dihadapi sekarang yaitu bagaimana terus mengedukasi tentang peran mobile advertising kepada para pengiklan. Ke depan, Snoop akan menjadi Integrated Mobile Media dimana subscriber bisa melakukan fungsi keseharian seperti melihat portal berita, atau mengunduh ring back tone, sehingga tidak sekedar menawarkan iklan.

SHARE SOCIAL MEDIA


Category: Updates  |  Comment (RSS)  |  Trackback

LEAVE A REPLY


one × 9 =