Standarisasi dan Modularisasi dalam Implementasi Data Center
Bidang lainnya yang menjadi perhatian adalah efisiensi energi dan isu “green†yang dipacu oleh biaya energi yang naik perlahan karena semakin sedikitnya sumber energi fosil serta dampak emisi CO2 yang merusak lingkungan dari hasil bahan bakar fosil. “Berdasarkan tantangan tersebut, APC meyakini bahwa pendekatan yang disarankan adalah dengan menyediakan standardisasi dan modularisasi dari produk dan proses yang nantinya menawarkan ketersediaan tinggi, kecerdasan untuk mengubah kebutuhan bisnis dan komputasi, mengurangi TCO dan efisiensi energi yang lebih besar,†ujar Bhagwati Prasad, Principal Consultant dari APC.
Menurut Bhagwati, perusahaan di Asia belum seluruhnya mengerti konsep efisiensi energi data center. Hal ini dapat dikaitkan dengan kenyataan bahwa efisiensi energi dan perlindungan lingkungan adalah dua isu baru yang belum melekat dan teknologi yang dapat menawarkan hemat energi hingga 30% masih baru dan terbatas.
Selain itu, pembuat keputusan untuk pembelian modal, seperti perlengkapan data center, dan pihak yang membayar untuk belanja energi bisa jadi kelompok-kelompok yang berbeda. Untuk itu, mungkin ada dikotomi antara mereka yang menangani pembelian modal dan belanja energi, dan perbedaan ini seharusnya digabung menjadi satu pengertian dan misi bersama dengan kepemilikan bersama untuk belanja modal dan energi.
Lebih jauh, APC memberikan penjelasan mengenai mitos tentang konsumsi dan efisiensi energi data center untuk para pelaku bisnis dan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Pertama, perlu menampik mitos yang mengatakan konsumsi energi pada data center tidaklah signifikan. Pada kenyataannya, berdasarkan beberapa perhitungan, sekitar 2% dari seluruh permintaan akan energi itu dikonsumsi oleh data center dan tumbuh sekitar 12% per annum (atau dua kali lipat setiap 6 sampai 7 tahun). Hal ini membuat konsumsi energi pada data center lebih cepat 6 kali dari kenaikan permintaan akan energi sebagian pengguna. Biasanya, konsumsi energi pada data center sebesar 10% – 50% dari total permintaan energi perusahaan.
Kedua, sebagian orang mungkin berpikir bahwa hemat energi akan berpengaruh pada ketersediaan data center. Pada kenyataannya banyak teknologi data center sekarang, termasuk dari APC, tidak hanya meningkatkan konsumsi energi tetapi juga menjanjikan ketersediaan data center. Sebagai contoh, sistem Hot Aisle Containment menghentikan kontaminasi antar udara panas dan dingin, yang nantinya akan meningkatkan efisiensi energi selagi menyediakan cooling lebih baik untuk perlengkapan TI pada data center.
Ada lagi anggapan lain bahwa efisiensi energi hanya untuk data center baru, walaupun data center lama tetap mendapatkan keuntungan dari perubahan yang bertahap. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh pemilik data center adalah mendapatkan Data Center Electrical Efficiency Service untuk menemukan kekurangan dan memberikan cara terbaik untuk menyelesaikannya, berkaitan dengan isu konsumsi energi.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.