Dunia teknologi diminati bungsu dari lima bersaudara ini sejak kecil. “Tapi tak pernah terpikir akan bekerja di bank,†katanya. Namun, “Dinamika di bank ternyata menyenangkan,†ujar Victor yang memulai karier di Danamon pada November 2001 sebagai Program Management Head. Ia menilai, kompetisi antarbank sudah ketat sehingga sistem teknologilah yang bisa menjadi senjata untuk memenangi persaingan. Karier lulusan Teknik Komputer Universitas Bina Nusantara dan Magister TI Universitas Indonesia ini terus meroket. Ia sempat dipercaya sebagai VP, Consumer Finance, Touchpoint and Payment Technology Head. Ia bertanggung jawab di berbagai channel Bank Danamon, seperti ATM, Call Center, kemudian juga Card System (sistem kartu kredit seperti Visa, Master dan American Express), dan menangani proyrk manajemen kualitas.
Victor juga punya andil besar dalam transformasi Bank Danamon. Pada 2001 ATM Danamon hanya punya empat fitur, kini lebih dari 60 fitur. Sehingga, secara teknologi, memiliki kekuatan yang berimbang dengan empat bank terbesar di Indonesia: BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI. “Dari ATM kami yang tadinya standar banget, sekarang jadi ATM yang canggih,†ujar ayah Seraphina (4,5 tahun) dan Maximilian (2,5 tahun) serta suami Elisa Indriasari yang mengawali karier di Mitra Integrasi Komputindo ini.
Wini Angraeni
