Willy Hendra
Willy pernah pula bekerja sebagai Manajer Divisi Makanan Kering Makro, Manajer Area Penjualan PT Triangsa, Manajer Penjualan PT Sari Indo Plastik, dan konsultan penjualan di PT Atma Bina Semesta. Februari 2002, ia bergabung ke PT Mitra Elite Masa Sejahtera (MEMS), perusahaan pemegang hak jual arloji Longines di Indonesia, sebagai Manajer Penjualan Nasional.
“Bidang sales sangat menarik dan dinamis, juga ada seninya, terutama dalam hal meyakinkan orang. Saya enjoy karena ini pilihan karier sejak awal,” ujar Willy. Di MEMS, tugas bungsu dari 7 bersaudara yang mengantongi master bidang sistem informasi dari Universitas Bina Nusantara ini lumayan berat. Maklum, ia diminta agar bisa menaikkan tingkat penjualan arloji keluaran Swiss itu. Di bawah komandonya, penjualan Longines naik hingga 30%. Tahun depan, Willy menargetkan bisa menjual 1.100 arloji atau naik 40%. “Cukup optimistis. Selain didukung pasar yang normal, juga karena tahun depan diluncurkan dua produk baru: Lyre dan Evidenza,” Willy bertutur.
Untuk mencapai target tersebut, strategi penggemar travelling ini antara lain, hanya berkonsentrasi pada produk yang bisa diterima masyarakat, gencar berpromosi untuk meningkatkan citra merek. Termasuk, menyelenggarakan Longines Award secara berkala. Adapun kariernya ke depan, Willy yang hampir dua dasawarsa menjadi profesional ingin mengembangkan bisnis kafe.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.