Bentuknya yang relatif kecil dan hanya memanfaatkan komponen standar, sehingga harga netbook lebih murah ketimbang laptop. Maklum netbook memang hanya ditujukan untuk menjalankan fungsi yang tergolong sederhana, seperti mengetik atau berselancar di Internet.
Berkembangnya pasar netbook – pertama kali dipopulerkan oleh Intel – membuat hampir seluruh produsen komputer masuk ke kategori ini. Sebut saja, Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo, dan beberapa merek besar lainnya ikut meramaikan kategori ini. Tak ketinggalan merek lokal seperti Advan, Axio dan Zyrex turut pula memperkaya pilihan konsumen.
“Tak bisa dimungkiri, perkembangan penggunaan Internet ada di balik pertumbuhan pasar netbook,†ungkap Helmy Anam, GM Pemasaran dan Komunikasi PT Acer Indonesia. Dijelaskannya, Intel sebagai perusahaan prosesor komputer yang digandeng Acer dalam membangun netbook, melahirkan prosesor Atom yang ditujukan untuk Internet, mobile worker dan membuka e-mail.
Kendati demikian, Helmy menyayangkan ada beberapa merek yang melabeli produk netbook-nya sebagai notebook murah. “Itu bisa menjadi bumerang,†katanya tegas seraya menjelaskan, netbook sangat berbeda dari notebook, karena sejak awal netbook memang diciptakan untuk konektivitas. “Netbook bagi Acer tidak menggantikan notebook. It\’s part of another device yang ditujukan untuk mobilitas,†tuturnya.
Ungkapan Helmy memang sangat tepat. Netbook memang sangat berhubungan dengan konektivitas. Tak heran, belakangan ini muncul tren baru dalam strategi pemasaran netbook, yaitu lewat program bundling dengan menggandeng penyedia layanan Internet. Bahkan, beberapa penyedia layanan Internet juga turut memasarkan netbook lewat program bundling tanpa menggandeng satu vendor tertentu.
Menurut Teddy Tjan, Direktur Pemasaran PT Intech Surya Abadi – pemilik merek Advan – program bundling merupakan salah satu model pemasaran baru yang sangat efektif. Dalam hal ini, Advan menggandeng PT Mobile 8 Telecom untuk menyediakan layanan Internet pada program bundling-nya. “Saya yakin dengan bundling modem Mobi, Advan bisa menyodok ke posisi dua dalam penjualan notebook,†ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, Acer masih menjadi pemain terbesar di kategori ini, diikuti oleh Asus dan HP. Advan sendiri masih berada di posisi tengah.
Disebutkan Teddy, program bundling dengan model Mobi mendapat sambutan sangat baik dari konsumen. Karena itu, pihaknya kini tengah menjajaki kerja sama dengan Telkomsel untuk membuat program bundling sejenis. “Selama ini kan kami kerja sama dengan operator CDMA, sekarang mencoba yang GSM,†katanya.
Tahun ini, pasar netbook di Indonesia diperkirakan mencapai 100 ribu unit atau tumbuh sekitar 30% dibanding tahun lalu. Sementara pasar notebook diperkirakan hanya akan bertumbuh 10%-15%.
Meski begitu, dari sisi volume penjualan netbook masih jauh tertinggal dibanding notebook. Berdasarkan catatan ICD, hingga kuartal ketiga tahun 2008, penjualan netbook di Indonesia baru mencapai 50.849 unit, jauh di bawah penjualan notebook yang mencapai 238.318 unit.
Riset: Dian Solihati
