Nurfadli Mursyid, Kreator Komik Strip @tahilalats

Sebelum berseliweran di media sosial seperti Facebook, Twitter, Line dan Instagram, eksistensi komik strip (komik singkat) di media cetak sudah sangat familier. Antara lain lewat karakter Doyok, Panji Koming, Ali Oncom dan Put On. Hampir setiap hari, masyarakat disuguhi komik jenaka yang terkadang dibumbui sindiran dan kritik sosial.

Nurfadli MursyidSeiring dengan berkembangnya teknologi, eksistensi komik strip kini menemukan wadah dan bentuk barunya. Setelah cukup lama memudar pamornya, kehadiran komikus-komikus baru di jagat medsos telah membuat antusiasme publik terhadap komik-komik strip kembali meningkat.

Ada lebih dari puluhan komikus saat ini yang mulai populer di jagat medsos di Tanah Air dengan jumlah follower masing-masing rata-rata mencapai puluhan ribu orang. Dari sekian nama komikus muda, Nurfadli Mursyid termasuk salah satu yang populer saat ini.

Bagaimana tidak, akun komik stripnya, @tahilalats, telah berhasil memperoleh 1,3 juta pengikut di Instagram. Tak cuma jadi sekadar hobi, pria kelahiran 1993 ini telah berhasil memonetisasi karyanya melalui aplikasi Webtoon yang telah meraih 1,9 juta subscriber.

Bila dihitung secara kasar, pendapatan Fadlisapaan akrab Nurfadli Musyid– dari hasil karya komiknya itu bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta per bulan. Selain mengisi Webtoon, Ia juga memperoleh pendapatan dari pengerjaaan iklan yang dibanderol dengan kisaran harga Rp 57 juta per materi iklan. “Sudah ada sekitar 10 brand yang belakangan ini bekerja sama dengan saya,” ungkapnya.

Uniknya, meskipun telah meraih gelar sarjana teknik sipil, Fadli lebih memilih tetap menjadi komikus. Ia percaya pekerjaannya sebagai komikus sudah seharusnya jadi pekerjaan utama, bukan sampingan semata. “Banyak banget yang sudah membuat karya komik strip, tetapi belum banyak yang fokus jadi pekerjaan utama,” ujarnya. Padahal, menurutnya lagi, bila diseriusi, ia yakin penghasilan yang diterima akan lebih dari cukup.

Kecintaan Fadli terhadap komik strip bermula ketika duduk di bangku kuliah. Ia mengaku terang-terangan tidak menyukai jurusan teknik sipil yang diambilnya, yang tadinya ia pikir ada hubungannya dengan gambarmenggambar. “Ternyata, tidak ada hubungannya,” katanya.

Untuk menghibur diri, akhirnya ia menyalurkan hobi menggambarnya lewat pembuatan komik strip. Kala itu hasil karyanya dibuat sebatas untuk hiburan dengan temanteman di kelas saja. Pada 2013, barulah ia mulai serius membuat blog pribadi dengan nama Tahilalats yang diambil dari ciri fisik dirinya yang memiliki bintik kecil berwarna cokelat di wajah. Sayangnya, ketika itu respons orang terhadap hasil karyanya di blognya belum cukup semarak.

Barulah ketika ia mulai memamfaatkan Instagram, karyanya dilirik banyak orang. Banyak follower-nya yang mulai rajin mempost ulang (repost) karyanya. “Saya berpikir Instagram cocok untuk mengunggah komik strip ini,” ujarnya menyimpulkan.

Meskipun kini namanya mulai terkenal, Fadli mengaku selektif dalam memberikan panggung buat para pengiklan. Alasannya, ia ingin fokus dulu meningkatkan pertumbuhan jumlah pemirsanya.

Untuk meningkatkan keterampilan dalam pembuatan komik strip, ia banyak mengambil referensi dan bahan bacaan dari Internet. Termasuk, bagaimana cara membuat cerita dan membuat komedi agar mudah diterima banyak kalangan. “Selama ini saya belajar otodidak. Inspirasinya banyak berasal dari kehidupan sehari-hari dan pengalaman sendiri,ujar Fadli seraya tersenyum. (*)

Editor : Bernadeta Pintarti
Journalist : Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Infrastruktur Kerek Harga Properti di Timur Jakarta

Tinggal di kota Jakarta impian banyak orang. Apalagi menempati hunian yang nyaman, mengingat harga tanah properti lainnya terus melonjak harganya....

Close