« Back to SWA.co.id

Sribu.com, Menjual Desain dengan Cara Crowd-Sourcing

Bingung mencari desain logo yang pas untuk perusahaan Anda? Salah satu pilihan: klik saja Sribu.com (www.sribu.com). Anda tinggal menyebutkan kebutuhan desain seperti apa yang diinginkan, setelah itu pihak Sribu.com akan menyediakan ruang kontes. Dari kontes ini bisa diperoleh ratusan desain logo yang dapat dipilih. Setelah itu, Andalah yang menentukan siapa pemenangnya. “Kami buat situs yang membuat pengunjung lebih mudah memesan,” ujar Ryan Gondokusumo, founder Sribu.com.

Ryan Gondokusumo, founder Sribu.com

Dijelaskan Ryan, Sribu.com yang diluncurkan pada 11 Juli 2011 merupakan situs yang menjual jasa pembuatan desain —logo, desain maskot, materi reklame, flyer/brosur, desain interior, poster, banner, dsb. Prinsip kerja situs ini adalah crowd-sourcing, yakni memanfaatkan komunitas untuk mengerjakan pekerjaan yang biasanya hanya dikerjakan oleh satu orang atau satu kelompok. “Banyak perusahaan yang kesulitan mencari desain yang sesuai dengan keinginan. Sementara dalam komunitas desainer, banyak talenta tersedia, namun tidak ada kesempatan memperlihatkan kemampuannya,” ungkap Sarjana Teknik Elektro dari Purdue University, West Lafayette, AS ini. 

Itulah keunggulan Sribu.com. Penjual jasa desain logo tradisional umumnya hanya menawarkan 3-6 karya desain buat kliennya, sedangkan di situs Sribu.com klien bisa memilih dari ratusan alternatif desain.

Menurut Ryan, sejak diperkenalkan, Sribu.com mendapat respons cukup bagus. Hingga saat ini portofolio desain yang diterima Sribu.com sudah mencapai 20 ribu desain dari 6 ribu desainer dan lebih dari 60 klien. Tak mengherankan, dengan popularitas seperti itu, pada awal Februari 2012 Sribu.com diakuisisi perusahaan investasi start-up dari Jepang, East Ventures.

Untuk membangun kepercayaan dari klien dan mitra desainernya, pria kelahiran 16 Januari 1985 ini rajin mengumpulkan testimoni mereka. Selain itu, Ryan juga menawarkan program kerja sama yang jelas. Begitu pula dengan harga jasanya.

Sribu.com menawarkan jasa desain mulai dari paket Bronze seharga Rp 2,5 juta sampai paket Gold seharga Rp 10 juta. Komposisi pendapatannya, 80% untuk desainer yang menang kontes dan sisanya, 20%, merupakan pendapatan (komisi) untuk pihak Sribu.com. Benefit bagi pelanggan, mereka dapat memilih ratusan alternatif desain sesuai dengan keinginannya, cost efficient, dan 100% jaminan uang kembali karena zero risk. “Model bisnisnya menguntungkan semua pihak, desainer maupun klien. Karenanya dari 60 perusahaan itu, banyak yang melakukan repeat buying,” Ryan mengklaim. “Ke depan, kami akan terus melakukan inovasi. Antara lain, membuat fitur-fitur baru untuk memudahkan kedua belah pihak, klien dan desainer. Misalnya, jenis kategori baru, pricing yang lebih variatif, dan membawa organisasi usaha ini menjadi PT.”

Di mata salah satu kliennya, Shadforth Financial Group (SFG) — sebuah NGO — Sribu.com memang membawa terobosan tersendiri. Menurut Ruben Kurniawan, staf SFG, persentuhannya dengan Sribu.com terjadi ketika ia mencari jasa pembuat logo yang harganya terjangkau. “Melalui Sribu.com saya dapat 552 pilihan logo untuk organisasi ini,” ungkapnya. “Kalau dihitung-hitung, saya hanya membayar Rp 5 ribu untuk satu desainer. Bayangkan, 500-an logo disediakan. Ini cara yang paling efisien,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Renata, salah seorang pemenang kontes desain di situs ini, kehadiran Sribu.com memberi peluang kepada dia dan desainer lain untuk menyalurkan kreasi. “Sribu.com sangat bermanfaat bagi para desainer muda, baik dalam melatih kualitas maupun mencari keuntungan. Kami merasa diberi wadah baru dalam berkreasi secara profesional,” ujarnya. (*)

Siti Ruslina & A. Mohammad B.S./Riset: Rahmanto Aris D.

SHARE SOCIAL MEDIA

14 Comments

  1. mochbudiarto says:

    bisnisnya kreative banget, keren

  2. juan edward says:

    Menurut saya, Sribu dot com tidak semeriah situs2 crowdsource yang sdh lebih dahulu ada karena desainer indie Indonesia tidak mendapat tempat yang layak di negaranya sendiri. Saya lebih senang gabung di bbrp crowdsource bertaraf Internasional karena selain dibayar Dollar, pekerjaan atau kontesnya lebih banyak pilihan. Perusahaan besar di Indonesia tidak percaya dengan kemampuan karya anak negeri maka kebalikannya Desainer Grafis crowdsource Indonesia tidak percaya juga dgn mereka. Kami, Desainer crowdsource Indonesia selalu dianggap sebelah mata oleh Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) karena dianggap desainer tidak berkonsep. Tapi tidak mengapa, bagi kami terutama saya, yang penting tetap bisa berkarya tanpa harus menjadi karyawan bagi perusahaan advertising dan sejenis. Hari gene masih jadi karyawan? Apa kata DUNIA? :D

    • @Juan: Sebagai startup baru, terus terang banyak yang masih kami harus pelajari untuk menyamai bahkan melebihi situs-situs crowdsourcing di luar negeri. Kami harapkan dengan adanya Sribu.com kami dapat juga mulai meng-edukasi market Indonesia bahwa design adalah elemen yang penting bagi kesenjangan usaha dan lebih percaya kepada kemampuan desainer lokal.

  3. s41d says:

    good bisnis, tapi di website luar sudah banyak sih website sejenis

  4. bener kata om juan, indonesia sbenernya banyak sumberdaya manusia yang sangat hebat, terutama dibidang design, namun sayang belum ada wadah dinegeri ini, hadirlah sribu.com sebagai yang pertama di Indonesia, sepanjang ini sih sudah banyak perkembangannya… lanjutkan

    • @Agatha: Terima kasih atas dukungannya dan tetap mendukung kami ya :). Harapan kami ke depannya adalah bisa memberikan jobs yang banyak juga dari luar negeri, dengan ini akan semakin memperkenalkan desainer Indonesia kepada klien manca negara dan juga meningkatkan devisa negara karena membawa pemasukan ke dalam negeri :)

  5. Menurut Saya Sribu.com Cocok untuk dari Pemula sampai Grand Master. Karena Jika Seorang Desainer Junior Disandingkan freelancer.com akan Bingung, Apalagi yg Inggrisnya di bawah rata-rata. Tapi Setelah ikutan Kontes di Sribu.com saya yakin Desainer Junior akan bangga karyanya bisa berkompetisi dengan Grand Master yang waktu demi waktu akan bisa menjadi Profesional yang siap bersaing dengan Dunia Luar. Karena Penilainaya Pemenang seutuhnya Oleh Pembuat Kontes. Jadi Setiap Peserta Akan terus Terlatih untuk lebih memahami Desain yg baik dan sesuai dengan selera Pembuat Kontes.
    Intinya Mari Maju Desain Indonesia buktikan Kami bukan Plagiat…

  6. WaW ini awalan yang keren sekali untuk permulaan Sribu.com, semoga kedepannya bisa lebih berkembah dan bertaraf internasional ..

  7. Reni Safitri says:

    Jika dibandingkan dengan situs luar negri, ya otomatis kalah lah… namun dengan konsep ide dan manajemen dari team om juan , saya yakin situs ini suatu hari nanti akan mendapat tempat yang layak, baik dimata desaigner maupun dimata perusahaan2 yang mencari desaigner..

    Sukses terus om juan..

  8. Gilang says:

    Mas gt itu kenapa ya kok dijual ke pihak asing? Maap pertanyannya dasar banget. Thanks

LEAVE A REPLY


5 − = zero