Ekspor Toyota Indonesia Raih US$19 Miliar

Ekspor Toyota Indonesia (PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia/TMMIN) baik dalam kendaraan utuh, mobil CKD (completely knock down) atau rakitan, mesin utuh atau komponen otomotif dan sejenisnya selama tiga puluh tahun ini mencapai US$ 19 miliar atau sekitar Rp 250 triliun. Ekspor itu meliputi : kendaraan utuh sebanyak lebih dari 1,1 juta unit, 833.500 unit kendaraan terurai, 1,47 juta unit mesin utuh, serta lebih dari 648 juta potong komponen. Demikian kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, Edward Otto Kanter. TMMIN

TMMIN memulai ekspor pada 1987 lalu. Saat itu, ekspor pertama dimulai dengan pengapalan Kijang Super (Kijang generasi ke-3) ke Brunei Darussalam dan beberapa negara di Asia Pasifik. Ekspor mulai meningkat signifikan saat perusahaan memulai proyek IMV (International Innovative Multi-purpose Vehicle) pada 2004. “Kalau semula Toyota hanya diekspor ke lima negara di kawaan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Namun sekarang, dalam perkembangannya, ekspor sudah mencapai lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika," ujar Edward, di Jakarta, Jumat (28/7).

Pada tahun 2005, Toyota Indonesia mengekspor Kijang Innova ke negara-negara anggota Gilf Cooperation Council (GCC). Ekspor selanjutnya adalah mesin (ethanol) ke Argentina (2010), mesin TR ke Kazakhtan (2013), Toyota Agya ke Filipina (2014), Toyota Vios ke GCC (2014), Toyota Avanza ke GCC (2014), Toyota Sienta ke negara-negara Asia, termasuk Sienta berstandar Euro 6 ke Singapura (2016). Total hingga saat ini Toyota Indonesia telah mengkespor ke lebih dari 80 negara di Kawasan Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Osenia

Pada Semester pertama 2017, ekspor Toyota telah mencapai 99.000 unit. Angka ini meningkat 18 persen bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak 84.000 unit. Pencapaian ini ditopang oleh ekspor Toyota Fortuner sebanyak 33.000 unit, Toyota Vios 15.000 unit, Kijang Innova 6.000 unit, serta Yaris dan Sienta 4.000 unit. Sedangkan angka ekspor untuk Avanza, Rush, Town/Lite Ace dan Agya mencapai 41.000 unit. "Sampai Semester pertama 2017, Ekspor Toyota sudah mencapai 99.000 unit. Angka ini berarti 88 persen dari total ekspor otomotif nasional," tutur Edward.

Sedangkan kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD), ekspor Toyota mencapai 24.000 unit, komponen mencapai 48 juta buah part, serta ekspor mesin tipe TR dan NR baik bensin maupun etanol mencapai 68.000 unit.

TMMIN memiliki 5 pabrik yang terletak di Sunter, Jakarta Utara (Sunter 1 dan Sunter 2) dan di Karawang, Jawa Barat (Karawang 1, Karawang 2, dan Karawang 3). Pabrik-pabrik tersebut memiliki teknologi modern yang tidak kalah dengan pabrik-pabrik Toyota di Jepang.  Pabrik di Karawang untuk memproduksi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner dengan kapasitas produksi mencapai 130 ribu unit per tahun. Sedangkan Pabrik Karawang 2 digunakan untuk memproduksi Toyota Etios, Toyota Vios (termasuk Limo), Toyota Yaris, dan Toyota Sienta dengan kapasitas produksi sebanyak 120 ribu unit per tahun. Pabrik Karawang 3 digunakan untuk memproduksi mesin bensin dan ethanol tipe NR. Kapasitas produksinya mencapai 216 ribu unit per tahun. Sedangkan di Pabrik Sunter 1 memproduksi mesin bensin dan ethanol tipe TR dan Pabrik Sunter 2 memproduksi stamping parts, dies, iron casting dengan kapasaitas 190 ribu unit (mesin) dan 12 ribu ton (iron castings). Rian S

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)