Sambut Era Mobil Listrik, Hankook Tire Siapkan Inovasi Ban Ramah Lingkungan

Pembangunan infrastruktur mobil listrik di Indonesia semakin ramai digaungkan pemerintah sejak awal tahun, mulai dari terbukanya pasar bagi pemain mobil listrik global, hingga penjajakan terhadap produsen baterai untuk mengelola industri baterai lithium dalam negeri, sehingga tren kendaraan listrik di Indonesia diprediksi meningkat di tahun 2021. Wacana ini diantisipasi sejumlah pihak, salah satunya produsen ban.

Hankook Tire, salah satu produsen ban global, menyiapkan ban untuk mobil listrik tersebut lewat riset dan pengembangan produk yang intensif di pusat R&D Hankook Technodome Korea Selatan. Inovasi tersebut melahirkan ban mobil listrik perdana, Kinergy AS EV, generasi pertama dan generasi kedua pada tahun 2018 lalu. Ban ini mengusung teknologi sound absorber yang mampu mengurangi kebisingan (resonansi) maksimal hingga 9.2db, dan menggunakan kompon Aqua Pine yang terbuat dari ekstrak tumbuhan runjung.

Hankook Tire juga merilis Ventus S1 Evo 3 EV untuk versi all-electric vehicles, yang diadopsi dari tipe sport. Ban ini mengusung teknologi bead-packing dan kekakuan lateral agar gerakan ban tetap terkendali meski dalam kecepatan tinggi. Inovasi ini mengantarkan Hankook pada kemitraan OE (original equipment) dengan merk mobil listrik sport asal Eropa, Porsche Taycan sejak tahun 2020 lalu.

“Ban mobil listrik harus mampu mempertahankan esensi performa beremisi rendah tanpa membatasi fleksibilitas berkendara. Contoh, ban untuk mobil listrik harus punya rolling resistance yang rendah sehingga melaju lebih halus, tapi di saat yang sama harus tetap punya daya cengkram yang optimal. Ini dua hal yang berlawanan, namun harus dicari titik tengahnya. Perpaduan material dan desain ban yang tepat akan sangat berpengaruh dalam mengakomodir objektif tersebut,” ujar Yoonsoo Shin, Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia.

Hankook Tire juga menunjukkan keseriusannya menggarap pasar mobil listrik global, salah satunya menjadi mitra ban resmi atau original equipment bagi ajang street racing khusus mobil listrik yang pertama dan satu-satunya di dunia, ABB FIA Formula E World Series dari musim 2022/23. Di ajang ini, Hankook akan melengkapi mobil listrik balap Gen3 dengan ban yang dilengkapi teknologi inovatif dengan bahan baku berbasis alam (bio-sourced material).

Meskipun inisiatif global sudah cukup digencarkan, Yoonsoo Shin menilai Indonesia masih membutuhkan waktu untuk adaptasi terhadap penerimaan mobil listrik. “Tantangan memasarkan mobil listrik di sini adalah masih minimnya kesadaran masyarakat menggunakan produk otomotif yang ramah lingkungan. Sebelum beralih sepenuhnya ke ekosistem mobil listrik, masyarakat bisa mengenal ban yang eco-friendly dan merasakan manfaatnya sendiri saat digunakan berkendara,” ujarnya.

Yoonsoo menjelaskan, Hankook Tire secara bertahap sedang mengembangkan ban eco-friendly yang mengurangi penggunaan bahan bakar dengan membatasi resistensi rotasi dan menggunakan produk sampingan minyak, seperti karet sintesis, karbon hitam, dan minyak sintetis yang lebih ramah lingkungan. “Misalnya Hankook Kinergy Eco2 yang sesuai untuk pengguna mobil MPV, LCGC, hingga SUV dengan menawarkan kenyamanan berkendara dan keiritan bahan bakar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa diperlukan juga ketersediaan komponen penunjang mobil listrik yang memiliki nilai ekonomis, bukan hanya dari segi harga saja, tetapi juga usia pakai, semakin awet ban maka akan mengurangi biaya pengelolaan mobil listrik yang selama ini dianggap mahal.

“Beberapa tipe ban regular yang sudah eksis seperti segmen ultra-high performance sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan mobil listrik untuk pemakaian harian. Konsumen tinggal memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.” ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)