Martha Tilaar, Kreatif Bikin Konten & Rangkul Blogger

Semua orang ingin terlihat cantik bahkan saat baru bangun tidur sekalipun. Generasi milenial sangat cepat meng-update informasi ini. Martha Tilaar pun bergerak cepat memperbarui strategi digitalnya agar relevan di bawah komando Creative & Innovation Division. Perseroan melakukan riset kebutuhan pasar sehingga bisa memprediksi tren produk seperti apa hingga 5 tahun ke depan.

"Kami lebih banyak di online, mulai dari riset, penciptaan produk sampai komunikasi dengan customer. Target market kami adalah anak muda. Survei Nielsen, ada 70% dari 240 juta penduduk di bawah usia 40 tahun," kata Kilala Tilaar, Creative And Inovation Director Martha Tilaar Group of Companies.

Dalam strategi digital, lanjut dia, konten harus diminati masyarakat dan tentunya tepat sasaran. Misalnya, membuat film pendek untuk mengedukasi sekaligus menjalin komunikasi dengan pelanggan. Mereka juga merangkul blogger dalam proses edukasi ke masyarakat. Testimoni di blog lebih dipercaya daripada iklan di koran dan majalah yang menguras kantong.

"Sebelum membeli, mereka pasti riset dulu. Contoh, saat kampanye tren warna lipstik. Saat ini, lipstik mate dan omble sedang tren. Kami memberikan ke blogger dan kreasinya banyak sekali. Kami berikan KPI pada mereka. Jadi, terukur jika lewat blogger, ada berapa orang yang mau melihat dia," katanya.

Kilala Tilaar Kilala Tilaar, Creative And Inovation Director Martha Tilaar Group of Companies

Bandingkan dengan iklan di media lain seperti TV dan media cetak. Hasilnya? Target tercapai, ada 4 juta orang melihat. Penjualan lipstik mencapai 2 juta batang hanya dalam waktu 4 bulan. Meski begitu, perseroan juga memiliki kanal offline sebagai pelengkap dan juga edukasi ke masyarakat.

Menurut dia, perseroan mesti kreatif membuat konten mengingat anggaran yang terbatas. Lain halnya dengan pesaing dari luar negeri yang didukung biaya promosi besar. Dengan konten yang relevan dengan target pasar, penjualan biasanya akan terangkat. Dengan syarat, strategi komunikasi digital juga mendukung. Seperti komunikasi lewat blogger, vidio, short movie, website komedian, dan lainnya.

"Kendala, speed-nya harus real time. Human-nya tepat, apalagi ada 90 brand yang berbeda. Jadi memang harus banyak grafic desainer dan copywriter untuk mengatur strategi konten. Setiap bulan harus ada yang baru karena umurnya cepat. Kami pernah menang video YouTube karena content-nya bagus," ujar dia. (Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)