Transformasi SDM di Barito Pacific

Agus Salim Pangestu. (Foto : Istimewa).

Tata kelola SDM di PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dimofidikasi sedemikian rupa seiring dengan penambahan lini bisnis perusahaan di petrokimia, kayu, energi baru dan terbarukan, perkebunan kelapa sawit, serta properti.

“Jadi begini, dulu bisnis Barito ‘kan hanya kayu. Manajemen SDM-nya terpusat di satu perusahaan. Saat ini, Barito melakukan diversifikasi bisnis yang setiap unit usaha memiliki manajemen SDM yang independen,” ujar Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur Barito Pacific. Anak usaha BRPT, menurut Agus, memiliki kebijakan internal yang saling berbeda satu sama lain sesuai kebutuhan internal dan karakter industrinya.

Bagi Agus, SDM adalah aset perusahaan. Saat ini, jumlah pegawai BRPT lebih rendah dibandingkan ketika BRPT masih menggarap industri perkayuan. Saat ini, jumlah total pegawai Barito dan anak perusahaan mencapai 20 ribu. Dulu, jumlah karyawan sekitar 120 ribu orang.

“Jumlah pegawai Barito tidak sebanyak zaman dulu. Yang sekarang, pegawainya banyak anak-anak muda. Bagi kami, yang terpenting adalah kualitas SDM, pegawai yang mau belajar dan terampil agar bisa tumbuh bersama-sama dengan perusahaan,” tutur Agus.

Di tahun 1980-an, mayoritas pegawai Barito adalah karyawan yang menggeluti industri perkayuan. Komposisi itu bergeser perlahan-lahan di era 1990-an lantaran pegawai dari kalangan muda mengusulkan manajemen untuk menambah lini bisnis atau tidak mengandalkan bisnis kehutanan. “Lalu, menjelang tahun 2000-an, industri geothermal ‘kan mulai bangkit dan kami melakuakn diversifikasi bisnis. Intinya, kami menyesuaikan kebutuhan SDM dengan dengan kondisi,” papar Agus.

Dia mengatakan, pihaknya senantiasa memberikan kepercayaan kepada pegawai yang potensial mengerjakan suatu proyek atau program pengembangan bisnis. Tak jarang, Agus terjun ke lapangan untuk memantau calon pegawai potensial tersebut. “Kami di Barito melihat who is the rising star-nya,” tukasnya.

Porsi jumlah pegawai dari generasi milineal di Barito dan anak usahanya ini antara 10-15% dari jumla pegawai. Di Star Energy, misalnya, jumlah pegawai dari genereasi milenial sekitar 10% dari jumlah total karyawan  yang mencapai 800 orang. Lantas, porsi generasi milenial di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebesar 15%. Agus menyebutkan anak usaha perseroan di pembangkit listrik diproyeksikan akan mempekerjakan anak-anak muda. “Minimum jumlah karyawannya sekitar 600 orang,” sebutnya.

Adapun, porsi pegawai laki-laki di Grup Barito sebanyak 85% dan wanita 15% dari jumlah total pegawia. Perusahaan berencana menambah porsi pegawai perempuan di masa mendatang yang diharapkan berdampak terhadap perekonomian si pegawai dan pertumbuhan ekonomi nasional. Harga saham BRPT pada Jum’at pekan lalu naik 0,76%, menjadi Rp 1.995 dari perdagangan di hari sebelumnya.  (*)

Reportase : Yosa Maulana

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)