Pertamina Patra Niaga Sasar Pemasaran Energi yang Hijau dan Berkesinambungan

Fredy Anwar Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus memperkuat penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di samping fokus menjalankan rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina. Hal ini dibuktikan dengan pada tahun 2021 perusahaan menerima penghargaan Proper Emas di 11 unit operasi yang tersebar di 5 wilayah regional Pertamina Patra Niaga

Secara khusus, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bertugas dalam memberikan distribusi bahan bakar di seluruh Kalimantan yang mencakup lima provinsi. Perusahaan hingga kini mempunyai 10 plant fuel terminal, 7 jobber, 9 DPPU, 3 LPG Depot, 3 SPPEK, 8 STS, 1 Refinery. Total kapasitas storage BBM sekitar 699.800 KL, dan total kapasitas storage 50.600 MT.

Sebagai BUMN yang ditunjuk untuk menyediakan energi yang merata secara nasional, Pertamina Patra Niaga memiliki program One Village One Outlet (OVOO) yang menyasar seluruh desa di Indonesia tersedia minimal satu outlet BBM dan LPG.

“Kami yakin dan percaya dengan praktik ESG yang baik justru akan mempermudah akses permodalan, investasi lebih efisien, keuntungan lebih baik dan kesejahteraan karyawan yang lebih baik,” kata Fredy Anwar, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Selanjutnya terkait pengelolaan lingkungan, pihaknya memiliki kebijakan QHSSE yang ditandantangai oleh top management. Melalui kebijakan ini perusahaan memastikan bahwa setiap unit di bawah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan wajib untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungannya.

Dari kebijakan QHSSE tersebut, DPPU Sepinggan terus mengembangkan inovasi di setiap aspek lingkugannya. Beberapa yang sudah inline dengan target keberlanjutan: Pertama, 3R Limbah Non B3, yaitu inovasi Switch High Low Engine, ini bisa meningkatkan keandalan unit refueler dan mengurangi timbunan limbah sparepart. Jadi melalui ini semuanya bisa dimonitor karena sudah otomatis.

Kedua terkait air, perusahaan menggunakan Connector Keran Retractable, yaitu pemakaian sensor otomatis pada setiap keran yang ada di perusahaan, mempu efisiensi 57,6 m3 per tahun. Ketiga, untuk limbah B3, inovasi Auto Load Pump, yaitu pengurangan limbah B3 dari proses control check yang semua otomatis, jadi mengurangi aspek tercecernya tumpahan minyak.

Keempat, untuk energi, terdapat inovasi Auto Stop Engine, yakni otomatisasi mesin, yang semula harus manual ketika posisi idle, melalui ini sudah bisa on-off otomatis. Kelima, terkait emisi, yaitu dengan menggunakan Aviation Fuel Delivery Management.

Selanjutnya inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Salah satunya adalah melalui program Community Development atau pemberdayaan masyarakat. Di DPPU Sepinggan contoh programnya antara lain, yang berada di ring 1 yaitu Program Pertamina Better, Pertamina Sehati, Sekolah bersama, Hutan Kota. Kemudian yang berada di ring 2 yaitu Teluk Bugarba, dan Kredawala. Ke enamnya terletak di sekitar perusahaan sesuai kegiatan sosial lingkungan kami yang wajib dilakukan di sekitar. “Program CSR Pertamina Patra Niaga merupakan program yang mempertimbangkan pemberdayaan masyarakat yang berhubungan langsung dengan komitmen SDG dan ESG,” tambahnya.

Selain menjaga ketersediaan energi dengan harga yang terjangkau, Pertamina juga didorong untuk memproduksi BBM berkualitas untuk menurunkan tingkat emisi yang berpengaruh besar terhadap lingkungan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)