Agus Susanto, CFO Prima Multi Usaha Indonesia: Mengelola Arus Kas untuk Menangkap Peluang Bisnis

Agus Susanto, CFO Prima Multi Usaha Indonesia

PT Prima Multi Usaha Indonesia, perusahaan distributor telekomunikasi asal Cirebon, telah merambah segmen bisnis lainnya, seiring dengan bertambahnya kepercayaan yang diberikan mitra bisnis. Kini, perusahaan yang didirikan oleh Rudy Susanto Wijaya pada 1998 di Cirebon itu memiliki sejumlah anak usaha, yakni PT Prima Distribusi Indonesia, distributor produk Kraft Heinz ABC; PT Graha Prima Mentari, distributor Coca-Cola untuk wilayah Bali, Jawa dan Sumatera; PT Prima Lintas Nusantara, distributor XL Axiata; serta PT Prima Digital Indonesia yang menggarap segmen telekomunikasi informasi dan e-commerce. Tentu saja, manajemen perusahaan harus lihai mengelola arus keuangan dan menangkap peluang emas demi menyokong pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Tugas yang menantang ini diemban oleh Agus Susanto, Chief Financial Officer Prima Multi. “Peran CFO di saat ini berkembang horisontal maupun vertikal. Tugasnya, tidak hanya berbicara soal angka, mengatur serta memonitor keuangan, tapi juga mencari peluang bisnis baru, berkolaborasi dengan semua stakeholder perusahaan untuk memaksimalkan aset yang ada, memberikan return yang baik, dan memastikan bisnis perusahaan berjalan dengan baik dengan resources yang sudah tersedia,” Agus menjelaskan. Hal yang dituturkannya itu dipraktikkan pula di Prima Multi.

Sebagai contoh, Agus menginisiasi penggunaan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang dikembangkan secara internal di perusahaannya. Fungsi ERP ini, antara lain, sebagai sistem pemantauan, untuk mitigasi risiko, dan untuk meningkatkan produktivitas demi menyokong ekspansi bisnis Prima Multi di berbagai segmen bisnis tersebut. Selain itu, Agus juga memegang teguh integritas, loyalitas, dan rasa memiliki untuk meningkatkan skala bisnis Prima Multi dan mitra bisnisnya serta mengapresiasi pegawai dengan memberikan insentif dan bonus,

Agus yang bersama sang kakak, Rudy, turut mendirikan Prima Multi, menjaga loyalitas mitra bisnis. Misalnya, Prima Multi sejak 2009 hanya menjadi distributor eksklusif bagi XL Axiata. Perusahaan yang merintis bisnis sebagai penjual telepon seluler itu bekerjasama dengan 44 ribu gerai telekomunikasi untuk mendistribusikan produk XL Axiata. Loyalitas Prima Multi pada XL Axiata itu berdampak besar terhadap jangkauan pasar, sehingga mendongkrak arus kas perusahaan. “Di tahun 2011, kami diberi kepercayaan oleh XL Axiata untuk melakukan ekspansi ke Sumatera. Di tahun 2012, kami menambah beberapa area di Sumatera, Surabaya, dan Sukabumi. Annual turnover kami mencapai Rp 800 miliar di tahun 2012 dan di tahun 2015 sudah mencapai Rp 1 triliun. Di tahun 2017, kami mendapatkan annual turnover sebesar Rp 1,3 triliun dan saya prediksi di tahun 2018 ini mencapai Rp 1,8 triliun,” kata Agus. Sebelumnya, perusahaan ini menangani distribusi SIM card dari seluruh operator telekomunikasi.

Selain menjaga loyalitas, Agus berperan dalam meningkatkan nilai aset perusahaan. Caranya, dia menebar aset perusahaan ke berbagai instrumen investasi yang memberikan imbal hasil. “Sekitar 50,5% dari jumlah total aset kami ada di bisnis; lalu 26,8% di portofolio investasi, yakni obligasi, saham, dan lain sebagainya; dan 22,7% diinvestasikan ke properti,” dia mengungkapkan.(*)

Chandra Maulana & Vicky Rachman

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)