Wika Industri Energi, Penguasa Pasar Produk Berbasis Energi Terbarukan

Andi Nugraha, Direktur Utama Wika IE
Andi Nugraha, Direktur Utama Wika IE (PT Wijaya Karya Industri Energi )

Di bisnis pemanas air (water heater), merek Wika sudah tak asing, terutama di kalangan menengah-atas. Maklum, PT Wijaya Karya Industri Energi (Wika IE), yang sahamnya juga dimiliki PT Wijaya Karya Tbk., adalah penguasa pasar produk water heater. Menurut Andi Nugraha, Direktur Utama Wika IE, saat ini penguasaan pasarnya 43%.

Sebetulnya, Wika IE punya dua produk andalan, yakni solar water heater dan photovoltaic. Wika Water Heater (Wika WH) memiliki sejumlah tipe produk, yaitu solar water heater, aircon water heater, electric water heater, heat pump water heater, dan solar pool heating. Wika Photovoltaic System merupakan teknologi aplikasi panel surya yang memanfaatkan energi matahari untuk diubah menjadi energi listrik sebagai catu daya lampu penerangan rumah, lampu penerangan jalan, pompa, dan aplikasi peralatan listrik lainnya. Produk photovolaic terdiri dari: Wika PV Solar Home System, Wika PV Solar Pumping System, Wika PV Solar Street Light System, Wika PV Centralized System, serta Wika PV Solar Module Poly & Mono Crustalline.

Saat ini Wika IE memiliki kapasitas terpasang untuk photovoltaic sampai dengan 20 MW (megawatt) per tahun. Untuk solar water heater, kapasitas terpasangnya sampai 30.000 unit per tahun. Kapasitas ini belum penuh, dan baru terpakai sekitar 40%, tetapi akan menuju optimal. “Karena itu, kami mendorong pemenuhan pasarnya tidak hanya di solar water heater. Makanya, kami butuh R&D di produk, di bisnis, karena kami butuh pengembangan bisnis, tidak hanya di satu produk mengingat kapasitas yang kami miliki cukup besar,” kata Andi.

Ia menambahkan, berbicara keunggulan, solar water heater yang diproduksi oleh Wika IE adalah produk lokal, sedangkan produk sejenis merek lain masih impor. “Artinya, yang betul-betul fully manufacture lokal hanya produk kami,” katanya menegaskan. Sementara, photovoltaic, di Indonesia belum banyak yang memproduksinya. Soal kualitas, menurutnya, pelanggan Wika IE pun mengakuinya karena produknya andal dan awet. “Walaupun matahari hanya bersinar sedikit pun, tetap bisa menghasilkan air panas,” katanya. Pasar Wika IE saat ini 70% residensial dan 30% komersial.

R&D di Wika IE, Andi menjelaskan, dibagi menjadi dua, yakni R&D proses dan R&D produk. “R&D produk dan bisnis kami gabung, tapi R&D proses kami pisah,” ungkapnya. Dari sisi proses, Wika IE menuju ke fully automation manufacture, bahkan di beberapa mesin dan prosesnya sudah ada yang yang fully automation manufacture. “Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan kualitas output produk,” katanya.

Awalnya, semua proses masih dikerjakan secara semimanual otomatis karena kapasitasnya tidak terlalu tinggi. Namun, sekarang dibutuhkan kapasitas tinggi, sehingga Wika IE masuk ke era otomasi untuk menghasilkan kualitas yang tinggi. “Untuk R&D, terkait dengan product development dan business development, kami punya dua produk andalan, yakni solar water heater dan photovoltaic. Dua produk ini runtutannya ada banyak,” kata Andi. Di samping itu, lanjutnya, Wika IE juga memberikan wawasan kepada tim R&D terkait perkembangan teknologi di dunia, baik teknologi manufaktur maupun teknologi produk, misalnya mendatangi pameran di luar negeri yang berkaitan dengan produk dan bisnis perusahaan.

Saat ini mesin-mesin di pabrik Wika IE sudah fully automation, sehingga produknya dikerjakan secara clean karena berbicara industri semikonduktor. Untuk solar water heater, perusahaan ini punya fasilitas enamel coating untuk melapisi lingkaran dalam tangki agar tidak berkarat. “Kami lapisi dengan material seperti kaca, namanya enamel, agar air tidak bersentuhan langsung dengan besinya. Kalau melapisi luar, mudah, tinggal di-spray. Tapi masalahnya, ini dalam, makanya kami harus punya teknologinya,” Andi menambahkan.

Bagi Andi, tantangan di era teknologi saat ini, kita harus mulai masuk ke teknologi informasi karena sudah mulai bicara smart. “Kami punya produk-produk yang sudah masuk ke teknologi smart, seperti produk penerangan jalan umum (Wika PV Solar Street Light System),” kata Andi. Jadi, seluruh lampu yang dipasang dari Sabang sampai Merauke bisa dimonitor melalui ponsel, dan lampu-lampu itu bisa dimatikan dan dihidupkan dari ponsel. Jika lampu mati pun, bisa dilihat penyebabnya, apakah lampunya yang rusak, baterainya yang kosong, modul suryanya yang masalah, atau tidak ada arus.

Menurutnya, Wika IE ingin mengarahkan produk-produknya compliment terhadap format kawasan perumahan ke depan, yakni transit oriented development (TOD). Ini merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal, serta dilengkapi jaringan pejalan kaki/sepeda. TOD ini konsepnya smart, sehingga produk Wika IE bisa memenuhi kebutuhan kawasan permukiman seperti itu.

Karena itu, Andi pun optimistis peluang prouk-produk Wika IE sangat besar ke depan. Sebab, produknya berbasis pada energi terbarukan (renewable energy), khususnya energi matahari, yang green: efisien dan ramah lingkungan (tidak merusak lingkungan). “Ini yang sangat didorong tidak hanya oleh Pemerintah Indonesia tetapi juga dunia. Makanya, berbicara peluang ke depan, bisnis produk ini akan sangat bagus, prospektif sekali. Apalagi, apa pun saat ini membutuhkan baterai,” Andi menegaskan.

Wika IE juga sedang melangkah untuk membangun industri baterai. “Targetnya, tahun ini sudah mulai produksi, dan sekarang sedang membenahi gedungnya, sudah mulai order untuk mesin-mesinnya, mungkin dalam 1-2 bulan lagi sudah mulai trial,” Andi mengungkapkan. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)