Terdeteksi 47 Kasus Omicron, Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan  kewaspadaan dan mengurangi mobilitas, terutama pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022  (Nataru). Hal ini menyusul ditemukannya COVID-19 varian Omicron di dalam negeri.

Demikian disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik sekaligus Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi  webinar ‘Perkembangan Pandemi COVID-19: Temuan Kasus Transmisi Lokal Omicron’ (28/12/2021).

“Dengan ditemukannya kasus transmisi lokal ini, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat  untuk mengurangi mobilitas, terutama dalam masa libur Natal dan Tahun Baru ini. Hindari  kerumunan dan selalu memakai masker. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang belum  divaksin untuk segera divaksin. Yang seharusnya mendapatkan dosis kedua, segera datangi  fasyankes untuk mendapatkan dosis keduanya,” ujar Nadia.

Nadia berharap upaya bersama yang dilakukan dapat mencegah meluasnya penyebaran varian  Omicron di Indonesia yang kini telah mencapai jumlah 47 kasus. Kemenkes sebelumnya telah  mengumumkan adanya penularan varian Omicron yang 46 kasus merupakan imported cased atau  kasus yang datang dari luar negeri.

"Kami sampaikan adanya satu kasus transmisi lokal di Indonesia. Sehingga total hingga hari ini ada  47 kasus Omicron, yang terdiri dari 46 kasus merupakan imported cased dan satu kasus adalah  transmisi lokal," paparnya.

Nadia menjelaskan bahwa kasus-kasus impor tersebut langsung diketahui sehingga dapat dilakukan  karantina untuk mencegah penyebarannya ke luar, juga tracing terhadap kontak eratnya. Namun,  temuan satu kasus transmisi lokal menunjukkan terjadinya infeksi di antara anggota masyarakat di  satu wilayah, meski tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

"Kasus transmisi lokal ini adalah seorang laki-laki, usia 37 tahun, tidak ada riwayat perjalanan ke  luar negeri selama beberapa bulan terakhir, ataupun kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri," ungkap Nadia.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan proses evakuasi bagi pasien untuk isolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. “Dinas Kesehatan sudah melakukan koordinasi dengan Kemenparekraf dan dengan  tempat-tempat riwayat perjalanan pasien, seperti restoran di SCBD, juga tracing ke pihak-pihak yang kontak erat dengan yang bersangkutan,” Nadia menguraikan.

Pemerintah, dikatakan Nadia, terus melakukan pemantauan terkait penularan COVID-19 baik di  level provinsi maupun kabupaten/kota. Pemerintah daerah juga diminta untuk bekerja sama  dengan semua pihak untuk terus memantau, terutama jika muncul potensi terjadinya klaster. Hal ini untuk mempercepat investigasi dan penilaian apakah terdapat keterkaitan dengan varian baru  Omicron atau tidak.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)