Pentingnya Kultur Digital dalam Menghadapi War Talent

Talent merupakan kunci untuk menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan. Di era disruptif yang digawangi oleh perubahan teknologi yang begitu cepat, perpindahan talent dari satu perusahaan ke perusahaan lain menjadi suatu keniscayaan.

Hal ini diutarakan oleh Herdy Harman, Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam acara The Art of Talent Empowerment In the Digital & Vuca Era di Jakarta.

Herdy memaparkan, karyawan sekarang memiliki mindset yang berbeda dengan angkatan senior sebelumnya. jika dulu karyawan memiliki mindset employee alias pekerja, sekarang karyawan anak-anak muda memiliki mindset employeer atau pemberi kerja.

“Mereka sekarang ini kecenderungannya tidak bertahan lama di satu perusahaan, biasanya mereka ingin keluar dan menjadi entrepreneur.” Namun, dia mengataan, fakta itu bukanlah sesuatu yang harus di khawatirkan. “Yang paling penting adalah bagaimana ketika mereka ada bersama kita, mereka bisa berkontribusi untuk perusahaan,” ujarnya.

Di Telkom sendiri, Herdy mengaku memiliki formula tersendiri untuk mencari orang-orang terbaik untuk bekerja di Telkom. "Kami tidak berfokus hanya pada nilai yang tinggi, tapi kami juga memiliki metode untuk mencari karyawan yang disiapkan untuk masa depan," ungkapnya.

Menurutnya,  saat ini Telkom bukan lagi hanya sekadar perusahaan telekomunikasi, melainkan telkom digital company. "Ini merupakan dua hal yang berbeda, Makanya kita mencari orang-orang yang fit dengan kultur digital,” tegasnya.

Dia juga melihat adanya kecenderungan anak-anak sekarang yang lebih kasual dan fleksibel dalam bekerja. Sehingga, untuk mengakomodir hal itu, Telkom saat ini sedang menyiapkan satelit office di pinggiran Jakarta, seperti BSD, Bogor dan Bekasi agar para karyawan bisa bekerja terlebih dahulu di wilayah satelit.

Telkom juga menyediakan shuttle bus yang dilengkapi dengan wifi, ruang konferensi, dan ruang telepon. “Ini kami lakukan untuk mewujudkan employee value preposition.”Lebih jauh dia menegaskan, Telkom ingin menjadikan dirinya sebagai perusahaan yang kreatif, dinamis, dan fun. karena ketiganya merupakan bagian dari kultur digital. "Ini merupakan cara kami dalam membranding perusahaan agar sesuai dengan ekspektasi pencari kerja," kata dia.

Transformasi Telkom menjadi perusahaan digital mengharuskan perusahaan mambuat masterplan untuk mengakselerasi teknologi dan kulturnya. “Sampai saat ini transformasi belum selesai, kami masih terus melakukan improvement untuk merangsang sisi kreatifitas dan kompetensi karyawan. Kami ingin nantinya karyawan Telkom bukan lagi bekerja hanya untuk perusahaan, tapi untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)