Strategi Vivo Bidik Generasi Millenial

Menjamurnya perangkat elektronik berupa telepon genggam memberikan angin segar pada bisnis gadget selular yang masuk ke Indonesia, salah satunya kehadiran Vivo Smartphone. Vivo menjadi perusahaan global yang berfokus memperkenalkan produk audio smartphone profesional berkelas internasional.

Didirikan pada tahun 2009, Vivo Smartphone memulai manufaktur dan memasarkan produknya di tahun 2011. Kreativitas dan teknologi terus dikembangkan dan telah menjadi bagian dari inovasi mereka. Pada tahun 2012, Vivo Smartphone meluncurkan smartphone pertamnya, X1, dengan chin Hi-Fi yang menghasilkan audio experience.

Sejak itu teknologi Hi-Fi selalu dibenamkan dalam semua perangkat smartphone lansiran jenama asal Tiongkok ini. Vivo telah mengantongi sertifikasi di lebih dari 100 negara dan wilayah dunia sebagai upaya memperluas jaringannya di skala internasional. Penjualan Vivo Smartphone kini tersebar di India, Malaysia, Indonesia, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Filipina.

Inovasi menjadi drive bagi perusahaan selular Vivo. Pembangunan pusat riset dan pengembangan global tersebar di Silicon Valley, San Diego, Beijing, Shenzhen, Hangzhou, Nanjing, dan Chang’an. Berdasarkan data yang dilansir IDC (International Data Corporation), Vivo saat ini menduduki peringkat 5 dalam daftar “World’s Top 5 Smartphone Vendors” untuk tiga kuartal di 2016 lalu. Awal 2017, Vivo berhasil meraih penghargaan sebagai “2016-2017 Global Top 6 Smart Connected Devices Brands" dan "2016-2017 Global Top 5 Smart Phones Brands" dalam ajang the Global Top Brands Awards yang diadakan di Las Vegas.

Masuk ke pasar Indonesia tahun 2014, dalam waktu yang relatif singkat Vivo mampu memosisikan dirinya sebagai ponsel pintar yang berjiwa muda dan fashionable. Akhir Januari 2017, Vivo telah membangun lebih dari 50 pusat layanan purna jual eksklusif di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu perusahaan yang paling cepat berkembang di Indonesia. Vivo juga telah membuka pabrik tersendiri di daerah Cikupa, Tangerang, sejak Maret 2016.

Market Indonesia yang beragam menjadi tantangan bagi Vivo. Dari data GfK, Vivo membidik pasar upper dan middle. Alhasil pertumbuhan di pasar middle yang merupakan first jobber dan millenials cukup signifikan. Hal ini mengindikasikan market smartphone sedang naik. Strategi marketing yang dilakukan oleh Vivo dengan melakukan create mulai dari distribution channel, konten yang kuat, dan memberdayakan dari segala sisi online maupun offline.

Integrasi komunikasi yang baik dan pendistribusian Vivo yang merata juga menjadi perhatian. Kini Vivo masuk dalam peringkat Top 5, “Kami belum puas karena kami ingin menargetkan masuk ke Top 3. Kami akan hadir menjawab lebih kebutuhan masyarakat. Mengembangkan strategi yang telah ada dan lebih meningkatkan brand awarness melalui komunikasi, promosi, strategi komunikasi pada sasaran audience yang tepat,” ujar Edy Kusuma, Brand Manager PT Vivo Mobile Indonesia.

Brand Ambassador Vivo yang cukup banyak juga menjadi strategi untuk masuk ke pasar milenial. Generasi “social media minded” tersebut mampu menerjemahkan brand value ke konsumen Vivo. Engagement artis dengan konsumen Vivo mampu memberi kepercayaan lebih. Daftar panjang brand ambassador Vivo antara lain Agnez Mo, Pevita Pearce, Afgansyah Reza, Prilly Latuconsina, Al Ghazali, Shireen Sungkar dan Zaskia Sungkar. Nicoline Patricia Malina, fotografer profesional, juga didapuk sebagai Chief Selfie Officer yang akan selalu membagi tips tentang #perfectselfie.

“Penggunaan influencer diharapkan dapat menciptakan Word of Mouth Marketing. Word of Mouth Marketing menjadi elemen paling powerfull dalam mempromosikan produk kami karena itu berhubungan dengan rekomendasi. Influencer sebetulnya, merupakan salah satu caara yang efektif untuk meraih promosi tersebut,” ungkap Edy Kusuma.

Menurut Edy, angka penjualan Vivo cukup fluktuatif dari tahun ke tahun namun target utama Vivo lebih bagaimana produknya diterima, dikenal, sehingga orang bisa lebih banyak purchase. Awarness masyarakat pada produk Vivo awalnya muncul dengan terbentuknya komunitas yang diinisiasi oleh mereka sendiri dengan menggelar gathering. “Kegiatan ini kita sambut dengan baik dan pada saat peluncuran Vivo Vs5, kami mengumumkan Vivo Club Indonesia sebagai fans club Vivo resmi. Konsumen dapat dengan mudah bergabung dengan Vivo Club Indonesia hanya dengan mengakses dan mendaftar melalui Facebook Page Vivo Smartphone,” jelasnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)