Apartemen 8 Conlay Malaysia Berburu Pembeli dari Indonesia

Sebagai upaya memperkuat kehadirannya di industri properti, KSK Land membangun proyek di Klang Valley, yaitu tower apartemen dan hotel dalam satu kompleks. Terletak di Jalan Conlay, Kuala Lumpur, 8 Conlay direncanakan akan membangun 3 tower yang terdiri dari Tower A dan B yang berupa apartement dengan total 564 unit dan 498 unit dan tower hotel dengan 560 unit. 8 Conlay merupakan proyek pertama Kempinski Hotel di Malaysia yang dirancang oleh Steve Leung & Yoo.

Joanne, CEO KSK Group, menuturkan pihaknya tidak hanya menaarkan tempat tinggal yang nyaman dengan fasilitas lengkap, tetapi juga pengalaman tinggal di tempat bermerek, branded residance.

Sebagai properti premium, berbagai fasilitas tersedia lengkap di 8 Conlay dari ruang-ruang publik, toko kesehatan dan lifestyle, kolam renang, ruang olahraga, dan pemandangan langsung ke Kuala Lumpur City Center (KLCC).

Menurut Joanne, pasar properti masih didominasi oleh masyarakat domestik dengan persentase 40%. sedangkan untuk pasar Indonesia masih berada di kisaran 1%. Joanne mengakui saat ini 8 Conlay tengah membidik konsumen Indonesia melalui kegiatan private event di kota Surabaya, Medan, dan Jakarta.

“Nantinya calon klien akan diajak ke galeri penjualan di Kuala Lumpur untuk membicarakan investasi financial” Jelas Joanne. Ini merupakan salah satu upaya 8 Conlay dalam meluaskan pasarnya di Indonesia yang ditargetkan mencapai 5% dari keseluruhan penghuni.

Dia yakin prospek yang dimiliki 8 Conlay akan sangat bagus mengingat saat ini telah tersedia infrastruktur seperti High speed train / bullet train dan MRT yang akan memudahkan akses penghuni untuk pergi kemanapun di wilayah Malaysia. Ditambah dengan akan dibukanya Conlay Station yang merupakan bagian dari rute MRT Line 2 yang akan semakin memudahkan mobilitas penghuni.

Saat ini pihaknya mengklaim telah menjual 338 unit dan ditargetkan menjual 564 unit pada akhir tahun nanti. ke depannya, KSK Group direncanakan akan melakukan pembangunan di kawasan Central Business District (CBD) di Kuala Lumpur.

Untuk rencana ekspansi pembangunan properti di luar wilayah Malaysia, khususnya Indonesia, pihaknya mengaku sampai saat ini akan lebih memfokuskan pembangunan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)