REI Usulkan Kenaikan Harga Rumah Subsidi 10%

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata.

Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan pemerintah terus digulirkan untuk mengurangi backlog yang ada saat ini. Hanya saja dalam pelaksanaanya PSR tidak berjalan mulus. Berbagai kendala dihadapi para pengembang, dari lahan misalnya situasi di daerah berbeda-beda, ada yang tanah keras, tanah sawah, tanah rawa, tanah lepung dan lain-lain, sehingga biaya untuk pematangan lahannya juga berbeda-beda.

Begitu juga ketersediaan material, setiap daerah berbeda-beda, dimana ada yang mudah dan sulit seperti daerah-daerah di ujung timur Indonesia, atau di daerah kepulauan. Menurut Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata, REI akan mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi, karena berbagai kendala dan situasi di daerah berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan, dan tidak bisa disamaratakan.

Diakui Eman, begitu sapaan Soelaeman, saat ini REI sedang memperjuangkan perubahan harga rumah subsidi, dimana usulan sudah diserahkan kepada Kementerian PUPR untuk dibahas. Ia menambahkan, besaran kenaikan harga ditetapkan berdasarkan analisa harga yang diperoleh dari semua daerah, dirangkum dan dibandingkan menjadi satu harga yang paling ideal.

"Rata-rata seharusnya setiap daerah kenaikannya sekitar 10%, namun REI mengusulkan kenaikan setiap tahun hanya sekitar 7,5% dari sebelumnya 5% per tahun guna tetap menjaga harga masih terjangkau oleh masyarakat. Tetapi itu usulan dari REI, bukan keputusan," katanya. REI akan perjuangkan besaran itu sehingga pengembang di daerah punya ruang untuk bisa mengembangkan hunian-hunian yang lebih berkualitas untuk masyarakat.

Sepanjang 2017, REI sudah membangun sekitar 206 ribu unit rumah bersubsidi. Sedangkan tahun ini, REI menargetkan pembangunan 230 ribu unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menurut Eman, kalau ditambah lagi dengan 178 ribu rumah nonsubsidi baik tapak maupun apartemen yang dibangun anggota REI pada 2017, maka tahun lalu kontribusi REI setidaknya mencapai 384 ribu unit atau hampir 40% dari capaian Program Sejuta Rumah (PSR).

Tahun 2018, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 630.437 unit rumah yang akan mendapat bantuan pembiayaan perumahan. Terdiri dari FLPP sebanyak 60.625 unit, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebanyak 344.500 unit, Subsidi Selisih Bunga Kredit Perumahan (SSB) sebanyak 225.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 312 unit.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)