Ramadhan, Penjualan Muslimarket.com Melonjak 300%

Bulan Ramadhan tidak hanya diisi dengan beribadah, namun juga meningkatkan keinginan masyarkat untuk berbelanja. Menurut Riel Tasmaya, CEO Muslimarket.com, di muslim industri ada dua peak season, yaitu Ramadhan dan akhir tahun. Tak heran jika selama Bulan Suci ini, penjualan Muslimarket.com melonjak hingga 300%.

Riel Tasmaya, CEO Muslimarket.com (kedua dari kanan)

Riel Tasmaya, CEO Muslimarket.com (kedua dari kanan)

Namun, Riel menyadari bahwa konsumen masih menginginkan untuk melihat barang sebelum membeli. Konsumen masih suka melihat eksistensi produk di dunia nyata  dan belum sepenuhnya beralih ke berbelanja online. Pihaknya pun berinisiatif untuk membuat sebuah pop market yang diselenggarakan sejak 23-26 Juni 2016 di Senayan City.

Ada 70 tenant yang hadir, beberapa di antaranya merupakan tenant yang tergabung dengan Muslimarket.com. Sementara itu 80% tenant menjual pakaian, sisanya aksesoris, produk kesehatan dan kecantikan, perabotan rumah tangga, dll. Ia berharap bisa menemukan talent-talent baru seperti desainer dan produsen halal yang bisa diajak bergabung dengan Muslimarket.com.

Banyak talenta baru di industri kreatif yang muncul dari pop up market semacam ini. Mereka biasanya suka berkumpul dengan komunitas ataupun berjualan di tempat seperti ini. Keterbatasan biaya, membuat banyak takenta di industri kreatif memanfaatkan pop up market sebagai aja eksistensi mereka.

Rencananya talenta baru ini akan disaring, diajarkan berbisnis melalui komunitasnya. Riel menargetkan 10.000 pengunjung dalam waktu 4 hari dengan 2.000-3.000 pengunjung per hari. Pop up market ini uga menjadi ajang pertemuan berbagai komunitas baik yang dikelola maupun di luar Muslimarket.com.

Beberapa di antaranya Muslimpreneur Community (yang menjadi komunitas binaan muslimarket.com), Hijabers Community, Hijabers Mom Community, Cinta Quran, dan Dompet Dhuafa. Untuk meningkatkan pengunjung, ia melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan mempromosikan acara tersebut melalui social media influencers, bloger, desainer, dan selebriti yang total berjumlah 50.

Selain berjualan dan menjadi tempat bertemunya komunitas, Riel juga berencana untuk mengadakan berbagai talkshow. Menurutnya,  60% konsumen mereka berasal dari Indonesia  Timur, sehingga ia ingin membawa Pop up Market ini ke daerah tersebut. Rencananya kegiatan ini akan dibawa  ke Makassar, Balikpapan, Yogyakarta, dan Bandung.

Jakarta merupakan kota pertama sekaligus ajang pembuka acara tersebut. Suksesnya acara ini di Jakarta diharapkan akan diikuti di kota-kota lain. Ajang ini juga dimanfaatkan BRI untuk memperkenalkan program less cash society untuk konsumen di Indonesia. Menurut Muhammad Hemli, EVP Credit Card Divison BRI, pemerintah ingin mengurangi penggunaan uang kertas di masyarakat.

Penggunaan uang kertas membebani pemerintah dengan budget tinggi, terutama untuk maintenance perputaran uang kertas tersebut. Selain itu, transaksi online pun semakin diminati masyarakat terutama yang tinggal di luar daerah. Di Jakarta transaksi online mencapai 40%, sedangkan kota-kota di Indonesia  Timur mampu mencapai 60%. (EVA)

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + nineteen =