Faridh H. Muhsinin

Faridh H. Muhsinin

Karena bosan, ia banting setir menjadi broker di salah satu perusahaan di Singapura. “Tapi, kemudian rindu juga menjadi pembeli,” ujarnya. Ia pun bergabung dengan Bank Internasional Indonesia pada 2005 sebagai Wakil Kepala Divisi Financial Markets Trading. Ia adalah wakil kepala divisi termuda di BII. Tugasnya, mengelola portofolio obligasi BII. Saat bergabung, ia dihadapkan pada permasalahan pasar obligasi yang sedang crash, dan banyaknya pergantian struktural organisasi membuat kinerja portofolio obligasi BII jelek.

Dengan adanya situasi yang menguntungkan, ia tertolong dalam pengelolaannya. “Tahun 2006, market mulai rebound,” katanya. Meski demikian, tanpa adanya sikap sensitif melihat harga, pengelolaan obligasi BII pun tidak bisa optimal. Agar bisa sensitif, diakuinya, memang dibutuhkan jam terbang yang tinggi. Sepak terjangnya ini membuahkan hasil. “Kami ditunjuk sebagai primary dealer yang harus aktif di pasar obligasi. Kami juga menjadi agen penjual ORI (Obligasi Ritel Indonesia),” katanya.

Farida Nawang Nurini

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag