Jenti Martono
Terdorong ingin membagikan ilmunya, ia lantas mengibarkan PATS Schoolhouse di Jakarta Selatan. Belum lama ia juga membesut Hope For Kids yang menawarkan funtastic learning, fantastic future. Di sini, ia bahkan mendidik para pengasuh murid-murid TK-nya itu. Mereka disediakan kelas khusus dan dibekali berbagai keterampilan, misalnya bermain dengan anak, permainan bahasa Inggris yang simpel dan kebersihan. Langkah ini bukan untuk menggantikan tanggung jawab orang tua. “Mereka hanya diberi akses ke pendidikan. Tujuannya, untuk membantu orang tua,†katanya.
Bagi Jenti, dunia pendidikan telah menjadi bagian dari jiwanya. Karena itu ke depan, ia tetap fokus menggarap lahan ini. Obsesinya, terjun ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan sampai universitas. “Sebagai orang tua, saya harus bertanggung jawab menciptakan generasi yang lebih baik,†kata Jenti yang sempat merentas karier di First Pacific Davies di bagian public relations dan general affairs.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.