Winy Marjani

Winy Marjani

Bagi ibu berputra satu ini, dunia merchandising sungguh menantang. “Tanggung jawab pembelian barang yang tepat untuk seluruh toko, dengan kuantitas yang tepat dan sesuai dengan segmen konsumennya ada di tangan saya,” tutur kelahiran Palembang, 15 Februari 1972, ini. Itu sebabnya, dalam memilih produk untuk ES, Winy selalu berhati-hati. “Ada dua hal yang harus dihindari. Pertama, barang-barang yang stoknya banyak dari produsen. Kedua, yang tidak laku,” ujarnya. Untuk menghindarinya, ia terus memantau perkembangan pasar dengan mengandalkan data dari penjualan harian, lembaga riset pasar dan hasil mengintip kompetitor. Ia dibantu 20 staf untuk menyusun pola merchandising yang tepat bagi 9 toko ES di Indonesia.

Mungkin karena Winy pula, meski dua toko ES ditutup sejak 2007, penjualan ES terus naik. Sayang, Winy enggan berbagi angka. “Dengan toko yang lebih sedikit, kami jadi ada waktu untuk reconcile dan mendiskusikan kebijakan untuk masing-masing toko dengan lebih baik,” kata mantan merchandiser Carrefour dan VP Merchandising Home Cientro ini. Menurut Winy pula, keberhasilan ritel tidak semata ditunjang tim merchandising, tapi juga oleh divisi operasional support dan logistik.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag