BII Bukukan Laba Bersih Rp 634 Miliar
Pada Desember 2006, pendapatan bunga bersih BII meningkat 12% dari Rp 2,35 triliun miliar menjadi Rp 2,63 triliun, sedangkan pendapatan operasional lainnya naik 10% dari Rp 947 miliar pada tahun 2005 menjadi Rp 1,04 triliun. Selama tahun 2006, biaya-biaya dapat dikelola secara efektif dan relatif tidak berubah yaitu sebesar Rp 2,25 triliun di tengah tekanan inflasi yang signifikan dan kondisi operasional yang penuh tantangan sehingga menambah tekanan pada biaya.
Per Desember 2006, total provisi naik Rp 702 miliar dari Rp 183 miliar tahun 2005, terutama disebabkan oleh tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan Konsumer yang berdampak pada keseluruhan industri termasuk BII.
Kredit bermasalah di sektor konsumer, terutama pada segmen kredit yang unsecured dan industri otomotif (khususnya sepeda motor) meningkat di tahun 2006 karena meningkatnya suku bunga, turunnya consumer confidence and spending, inflasi tinggi dan dampak meningkatnya pembayaran minimum kartu kredit.
“Kami cukup puas, karena di tengah kondisi pasar yang sulit pada hampir sepanjang tahun 2006, strategi serta eksekusi kami telah membuahkan hasil dan bisnis kami tetap kokoh seperti terlihat dari pertumbuhan bisnis inti dan pengelolaan biaya yang efektif,†ujar Henry Ho, Presdir BII.
Sejalan dengan perkembangan ekonomi yang positif, Henry yakin dan percaya akan potensi pertumbuhan portofolio bisnis ke depan di tahun 2007. Selama tahun 2006 dan pada awal tahun 2007, BII telah meluncurkan berbagai inisiatif strategis yang bertujuan untuk memanfaatkan tren yang positif pada industri perbankan dan meningkatkan portofolio kredit bank ini. Selain itu terus mempertahankan basis simpanan nasabah yang stabil dan kuat, mengimplementasikan serta memperkuat proses kredit dan penagihan di samping mengelola biaya secara efektif.
Total biaya operasional lainnya di tahun 2006 relatif tidak berubah yaitu sebesar Rp 2,25 triliun sehingga membantu memperbaiki cost to Income ratio menjadi 61,44% pada Desember 2006 dari 67,19% tahun sebelumnya, sejalan dengan upaya BII untuk terus berusaha mencapai target Cost to Income ratio sebesar 50% pada akhir tahun 2008.
Total kredit tumbuh sebesar 13% menjadi Rp 26,263 triliun pada Desember 2006, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 23,343 triliun. Komposisi kredit BII saat ini terdiri dari 34% kredit Konsumer, 38% kredit UKM/Komersial dan 28% kredit Korporasi. LDR meningkat dari 55,30% menjadi 57,22% pada Desember 2006. NPL (net) berada pada posisi 3,85% sedangkan NPL (gross) meningkat menjadi 5,43%.
Sementara itu, total aktiva meningkat 6% menjadi Rp 53,101 triliun dari Rp 50.271 triliun tahun sebelumnya. Simpanan nasabah BII relatif stabil yaitu Rp 37,117 triliun pada Desember 2006 yang terdiri dari 60% deposito dan 40% tabungan dan giro.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.