Singapore Airlines Raih Laba
Â
Grup Singapore Airlines kembali meraih laba pada kuartal ketiga pada tahun fiskal ini dengan laba bersih yang disampaikan kepada pemegang saham sebesar $ 404 juta. Hal ini bertolak belakang dengan kerugian sebesar $ 307 juta pada kuartal pertama dan $ 159 juta pada kuartal kedua. Adapun pendapatan Grup Singapore Airlines mencapai $ 3.418 juta atau meningkat sebesar $ 336 juta (10,9%) dibandingkan dengan kuartal kedua.
Â
Di sisi biaya, pengeluaran Grup ini turun sebesar $ 169 juta, atau 5,2% dibanding kuartal sebelumnya. Naiknya harga bahan bakar menyebabkan kenaikan sebesar $ 34 juta pada biaya bahan bakar sebelum lindung nilai. Namun demikian, kerugian lindung nilai turun menjadi $ 146 juta. Penghematan di sektor lain, seperti biaya gaji, memberikan kontribusi tambahan sebesar $ 57 juta. demikian disampaikan Glory Henriette, Public Relations Manager Singapore Airlines.
Â
Hasilnya, laba operasional Grup untuk kuartal yang berakhir pada bulan Desember 2009 adalah $ 323 juta, bertolak belakang dengan kerugian operasional sebesar $182 juta pada kuartal sebelumnya. Perusahaan induk mencatat laba operasional sebesar $ 231 juta pada kuartal ketiga, dibandingkan dengan kerugian operasional sebesar $n157 juta pada kuartal sebelumnya, yang berasal dari adanya kombinasi pendapatan yang lebih besar, yakni $ 335 juta atau 13,7%, dengan pemulihan yang terus berlanjut pada load factor (tingkat isian) dan penghasilan, dan kerugian yang lebih rendah dari lindung nilai atau sebesar $ 120 juta.
Â
Jika dirinci, semua perusahaan-perusahaan utama dalam Grup ini meraih laba dalam kuartal ini seperti Singapore Airlines yang laba operasionalnya mencapai $ 231 juta atau turun di banding tahun 2008 dengan laba sebesar $ 314 juta. Sementara laba operasional Cargo SIA adalah $ 40 juta atau jauh membaik dari kerugian sebesar $ 46 juta pada tahun 2008. Adapun laba operasional SilkAir mencapai $ 23 juta atau naik nyaris dua kali lipat ketimbang tahun 2008 yang sebesar $ 12 juta. Terakhir, SIA Enginering meraup laba bersih sebesar $ 22 juta, atau turun dari tahun 2008 yang sebesar $ 29 juta.
Â
Eddy Dwinanto Iskandar
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.