Lewat Centro, Suzy Dharmawan Kembali ke Khitah

Lewat Centro, Suzy Dharmawan Kembali ke Khitah

Sejatinya, bisnis ritel memang bukan lahan baru bagi Suzy ataupun Hutomo. Sejoli ini sama-sama ikut membesarkan Matahari Dept. Store & Supermarket. Saat itu tentu saja Suzy membantu sang ayah, Hari Darmawan, perintis dan pemilik — ketika itu — jaringan dept. store yang saat ini memiliki 80-an gerai di Indonesia. Setelah sukses mengembangkan merek fashion P.S., M2000 dan Alma usai keluar dari Matahari tahun 1991, rupanya Suzy ingin berkiprah di bisnis ritel tanpa dibayang-bayangi kebesaran nama ayahnya dan Matahari.

Plaza Semanggi dipilih sebagai debut Centro karena, menurut Hutomo, lokasi ini sangat penting bagi penancapan citra Centro. “Saya tidak mau department store saya jadi anak Depok. Brand baru harus dilahirkan di tempat yang juga punya brand profile cukup bagus,” ujarnya. Artinya, jelas, Centro tidak di-positioning-kan sebagai pemain ritel pinggiran. Menurutnya, positioning Centro di atas Matahari. “Kami tidak mau head on juga dengan Sogo dan Metro,” kata Presiden Direktur PT Tozy Sentosa itu. Centro ingin menampilkan “An interesting modern international lifestyle,” tambah Suzy, seraya menegaskan bahwa bisnis barunya ini tidak ada kaitan sama sekali dengan Matahari.

Menurut keduanya, alasan mereka masuk bisnis ini dan memilih Plaza Semanggi sebagai medianya lebih karena adanya kesempatan. “Semuanya serba kebetulan. Kami tertarik karena lokasinya bagus, sangat strategis. Kebetulan pihak Plaza Semanggi juga tengah mencari mitra,” Hutomo menjelaskan. Apalagi, ia melihat lokasinya di pusat bisnis, kawasan Segi Tiga Emas, yakni di Kawasan Bisnis Terpadu Sudirman (SCBD),.

Nama Centro dipilih untuk merefleksikan lokasinya yang terletak di jantung kota. Berasal dari bahasa Italia, Centro bisa diartikan pusaran atau pusat, tempat banyak hal terjadi — the centre of thing. Brand sebagai sebagai kekuatan membuat mereka tak mau asal-asalan mencomot nama. “Kami sengaja menggunakan jasa konsultan untuk mencari nama. Centro ini kata yang mudah diingat,” tegas Suzy yang bertindak sebagai direktur di perusahaan itu.

Berada di pusaran SCBD, menurut Hutomo, pasar sasaran Centro adalah Semanggi crowd atau komunitas yang bekerja dan berada di sekitar Semanggi dan Kuningan. Centro membidik kalangan menengah yang memiliki outlook cukup kosmopolitan. Pasalnya, Centro, seperti dituturkan Hutomo, merupakan dept. store yang menawarkan downtown experience dan lifestyle. Karena itu, baik Hutomo maupun Suzy sangat optimistis atas prospek Centro. “Target market kami komunitas Semanggi yang sangat besar dan mereka umumnya orang-orang yang aspiratif dan sangat mengenal merek,” ujarnya. Temuan ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya sebelum kelahiran Centro.

Berbekal optimisme tersebut, tak tanggung-tanggung, pasangan ini mengambil lahan seluas 6.000 m2 (dua lantai). Bahkan, menurut Hutomo, kemungkinan luas arealnya akan ditambah lagi menjadi 8.000 m2. Tak heran, investasi yang dibenamkannya mencapai Rp 20 miliar. Angka ini belum termasuk biaya promosi yang dialokasikan sebesar Rp 3 miliar/tahun.

Kini, seperti diklaim Suzy, Centro sudah memiliki 200 pemasok yang bergabung, dari produk fashion, city home hingga kosmetik. Perancang lokal ternama seperti Biyan, Oscar Lawalata dan Mama & Leon, serta produk kosmetik mancanegara sudah siap meramaikan Centro. “Saya tidak mengharapkan profitabilitas dari yang pertama. Saya sekarang fokus membawa Centro masuk ke orbit pertumbuhan. Itu yang penting saat ini,” imbuh Hutomo. Mereka juga sudah mengantongi sejumlah amunisi dan strategi. “Terpenting, service dan eksekusinya, terutama dalam pengisian barang,” katanya.

Dalam rentang tiga tahun ke depan, dipastikan 3-5 Centro baru akan dibuka di beberapa kota besar. Ini sejalan dengan rencana mengembangkan Centro supaya bisa menjadi toko raksasa dengan skala bisnis yang besar. “Centro diproyeksikan bisa berkembang besar. Ini berarti bukan hanya satu department store. Saya harus bisa membawa Centro masuk ke orbit pertumbuhan,” demikian tekad Hutomo.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag