Samsung 'Serang' Pecinta Apple di Iklan Terbaru
Pertempuran antara Apple dan Samsung kini melompat dari ruang sidang ke wilayah pertelevisian. Samsung dengan ‘senjata’ iklan terbaru smartphone Galaxy S II memanfaatkan gambar langsung Apple dan mengejek super-fans Apple yang rela mengantri panjang untuk menggotong iPhone terbaru.
Lalu, apa argumen Samsung? Perusahaan asal Korea Selatan itu memunculkan smartphone yang lebih baik yaitu Samsung Galaxy S II. Konsumen tidak perlu menunggu dan mendapatkan perangkat dengan fitur yang lebih baik. Bagi masyarakat yang tidak bisa melihat iklain itu, ada beberapa poin yang ditonjolkan Samsung dalam iklan terbaru mereka.
Penjelasan sederhana dalam iklan tersebut, konsumen ditampilkan sedang mengantri panjang untuk mendapatkan ponsel dengan spesifikasi rendah (tidak ada 4G dan berlayar kecil). Konsumen juga ditunjukkan ponsel dengan kecacatan pada baterai. Yang paling penting bagi konsumen adalah ‘pamer’ bahwa mereka adalah ‘pengguna pertama’. Ejekan utama dair perangkat Apple adalah ‘menyederhanakan’ kreativitas hanya dengan memiliki produk Apple.
Berdasarkan keterangan Business Insider, Samsung akan menyebarluaskan iklan berdurasi 30 detik itu, segera, di Facebook dan media lain. Dalam lingkup hardware, Samsung tampaknya memang pesaing paling besar bagi Apple di ranah smartphone global. Samsung mengambil alih posisi Apple sebagai produsen smartphone pertama di dunia pada kuartal ketiga 2011. meskipun, berbagai pihak berharap Apple merebut posisi itu kembali dengan menjual iPhone 4S.
Galaxy Nexus dari Samsung, smartphone pertama yang memanfaatkan Android 4.0, diperkirakan hadir di Amerika Serikat pada Desember dan menjadi ponsel Android yang paling ditunggu-tunggu. Di berbagai negara, Samsung dan Apple bersiteru di wilayah hukum terkait tuntutan paten atas desain iPhone, iPad dan smartphone maupun tablet Galaxy milik Samsung.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.