Hitachi Data Systems Akan Buka Kantor Perwakilan di Indonesia
“Kinerja kami dalam dua kuartal terakhir ini menunjukkan pasar mulai mengerti keuntungan dari solusi-solusi Application Optimized Storage (AOS) kami. Cara tradisional untuk memenuhi permintaan data selama ini adalah dengan menambah penyimpanan. Hasilnya, penyimpanan menjadi terlalu banyak, tapi tidak efektif. Kami bisa membantu memperbaiki hal tersebut,” kata Tom Zack, Wakil Presiden dan General Manager HDS, Asia Selatan.
Disebutkan Zack, AOS StorageTM merupakan sebuah strategi untuk menyelaraskan bisnis dan TI dengan mengoptimalkan infrastruktur dan manajemen penyimpanan dengan kebutuhan-kebutuhkan aplikasi yang didasarkan pada harga, kinerja, ketersediaan dan fungsionalitas. Solusi AOS terdiri dari sebuah set yang lengkap dari hardware dan software solusi penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang unik.
AOS langsung menangani dua kebutuhan yang kritis dari organisasi, yakni penyederhanaan dan kesinambungan usaha. Hal ini dicapai lewat manajemen yang disederhanakan, replikasi, dan perpindahan data di antara berbagai tingkatan penyimpanan. Termasuk dalam strategi AOS adalah Storage Virtualization yang pertama di dunia: TagmaStore Universal Storage Platform (USP, yang menawarkan interoperabilitas antara berbagai produk penyimpanan dan meningkatkan kinerja setiap produk tanpa tambahan investasi. Saat ini, diklaim Zack, ada 2 ribu USP yang terpasang di seluruh dunia.
Dalam kesempatan yang sama, Zack mengumumkan pendapatan HDS pada kuartal ketiga 2005 sebesar US$ 755 juta, meningkat sebesar 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, bedasarkan laporan dari Kaufman Brothers, HDS tetap nomor satu untuk pangsa pasar penyimpanan high-end selama dua kuartal berturut-turut. Laporan ini juga mencatat pertumbuhan pasar HDS yang melebihi pesaingnya, EMC, untuk dua kuartal terakhir.
Sementara itu, IDC telah melaporkan bahwa total pasar penyimpanan eksternal di Indonesia diproyeksikan akan berkembang 11,5% per tahun, dari sekitar US$ 47,9 dolar (2005) ke US$ 62,7 (2008). Angka tersebut menunjukkan satu pertumbuhan yang paling tinggi di Asia Tenggara.
“Melihat kondisi ini, kami yakin bisa bertumbuh lebih cepat dibanding pesaing-pesaing, lebih cepat dari industri dan memperoleh posisi untuk pertambahan yang berkelanjutan dari pangsa dengan partner, penjualan, dan strategi solusi yang agresif,” kata Edwin Lim, Country Manager HDS Indonesia.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.